MINAMISANRIKU – Jumat 11 Maret 2016, Jepang memperingati bencana tsunami untuk kelima kalinya. Bencana yang terjadi pada 2011 itu menewaskan lebih dari 18 ribu jiwa dan menghancurkan pantai sepanjang utara Jepang.
Pada pagi hari, sejumlah turis berdoa di sisa bangunan yang berada di pusat pencegahan bencana. Di tempat ini, 43 pekerja meninggal ketika gelombang tsunami menerjang gedung berlantai tiga tersebut.
Seorang pengusaha asal Tokyo bernama Nobuhito Akima yang pertama kali berkunjung mengatakan bahwa area tersebut belum banyak dilakukan pembangunan lagi.
Meski demikian, seorang doktor dari Tokyo bernama Masaki Kamel yang setiap tahun mengunjungi tempat ini mengatakan bahwa kehidupan telah kembali.
“Perbedaan antara tahun ini dengan sebelumnya adalah para nelayan kini sudah dapat pergi memancing kembali di pagi hari. Mereka juga dapat menjalankan aktivitas bisnis,” ungkap Masaki Kamel, sebagaimana dikutip dari AP, Jumat (11/3/2016).