YOGYAKARTA – Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat menghibahkan bangkai Gajah Nyi Bodro yang mati tahun 2000 lalu, kepada Fakultas Biologi UGM Yogyakarta. Bangkai Gajah yang sudah dikubur selama 11 tahun ini digali di Gajahan, Kompleks Alun-Alun Selatan dari kedalaman tanah sekira 4-5 meter.
“Kerangka Gajah ini nanti setelah disusun kembali akan dipajang di Museum Biologi UGM Yogyakarta. Harapan kami supaya lebih bermanfaat khususnya di dunia pendidikan, dari pada lebur menjadi tanah,” kata GBPH Prabukusumo, Selasa (4/5/2011).
Adik Sri Sultan Hamengkubuono ini menambahkan, meski kuburan yang digali itu sudah 11 tahun tidak menjadi masalah. Sebab yang diambil dari kerangka gajah itu berupa tulang-tulangnya saja. “Mudah-mudahan ini nanti kerangkanya (tulang) tidak rusak,” ucapnya.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Peni Retno Sancayaningsih, menambahkan bangkai gajah setelah direkonstruksi akan dibersihkan kerangkanya, kemudian diawetkan, setelah itu baru disusun kembali. “Setelah tersusun rapi nanti, kita akan tampilkan dalam display pameran di Museum (Biologi UGM),” paparnya.
Proses penggalian kerangka gajah ini, lanjut dia, diperkirakan memakan waktu satu minggu. Proses penyelesaian mulai dari penggalian hingga proses pemajangan di museum di perkirakan memakan waktu lebih dari satu bulan.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.