Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bentrok Antarwarga di Ambon, Polisi Keluarkan Tembakan

Insyani , Jurnalis-Minggu, 11 September 2011 |15:59 WIB
Bentrok Antarwarga di Ambon, Polisi Keluarkan Tembakan
ilustrasi bentrok (Foto: koran si)
A
A
A

AMBON- Kota Ambon tegang menyusul bentrokan antarwarga yang saling berhadapan dan baku lempar. Bentrokan dipicu tewasnya seorang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Kerusuhan antarwarga terjadi di sejumlah titik di pusat Kota Ambon, Minggu (11/9/2011). Bentrokan awalnya hanya terjadi di kawasan Mangga Dua, usai pemakaman seorang tukang ojek.

Entah siapa yang memulai, massa kemudian marah dan terlibat bentrokan dengan warga lainnya di kawasan tersebut. Warga saling serang dan lempar batu.

Aparat Kepolisian yang jumlahnya hanya dua orang, terlihat kewalahan mengatasi bentrokan. Petugas akhirnya mengeluarkan rentetan tembakan untuk menghalau warga, namun tetap kewalahan membubarkan massa.

Dalam bentrokan ini, massa sempat membakar sejumlah kendaraan roda dua dan merusak kendaraan roda empat. Selain di kawasan Mangga Dua, bentrokan ternyata meluas  ke sejumlah titik di Kota Ambon, di antaranya kawasan tugu Trikora Kota Ambon.

Bentrokan diduga dipicu tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin  Saiman dengan sejumlah luka di tubuhnya. Massa  menuntut polisi bertanggung jawab atas kematian Darmin. Hingga kini Kota Ambon masih tegang dan massa masih terlibat bentrokan.

Hingga kini, sejumlah kawasan diblokir warga, sehingga kosentrasi massa hanya terjadi di sejumlah kawasan di Kota Ambon di antaranya kawasan Mardika, Talake, dan Tantui, Ambon.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement