Rakyat Mesir penuhi Tahrir Square (Foto: AP)
KAIRO - Puluhan tenda didirikan di alun-alun Tahrir, Kairo, Mesir. Mereka sepertinya masih terus bertekad melanjukan aksi protes menentang pemerintah Mesir.
Para pengunjuk rasa yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang, masih terus bertahan di tempat bersejarah yang juga menjadi lambang perjuangan rakyat Mesir saat menurunkan kekuasaan Hosni Mubarak.
Tuntutan para demonstran ini masih sama. Mereka ingin secepatnya pihak Dewan Militer Mesir menyerahkan kekuasaan pemerintahaan kepada pihak sipil.
Tampak beberapa pedagang juga turut mencari untung dalam aksi protes ini. Hadirnya para pedagang ini menandakan bahwa pengunjuk rasa akan bertahan lama di tempat itu.
Meski sebelumnya pimpinan Dewan Militer Jenderal Hussein Tantawi, memberikan jaminan bahwa transfer kekuasaan dari militer ke sipil akan berlangsung pada Juni 2012. Tetapi rencana ini ditolak mentah-mentah oleh pengunjuk rasa.
Mereka mendesak agar pihak Dewan Militer menyerahkan kekuasaannya saat ini juga. "Rakyat inginkan pemerintah yang dapat menyelamatkan mereka dan mampu bertindak revolusioner," tulis slogan yang dibawa oleh beberapa aktivis seperti dikutip Gulf News, Sabtu (26/11/2011).
Aksi protes di alun-alun Tahrir sudah berlangsung selama delapan hari. Aksi yang sempat diwarnai bentrokan dengan pihak keamanan ini menyebabkan 41 orang tewas dan 2.000 pengunjuk rasa terluka.
Sebenarnya pihak Dewan Militer sudah mengambil jalan tengah atas keinginan pengunjuk rasa. Pada Jumat lalu, Kamal Ganzuri ditujuk sebagai perdana menteri. Tetapi, penunjukannya ditentang seluruh rakyat mengingat Ganzuri adalah mantan Menteri Pertahanan Mesir selama Mubarak masih bersuara.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.