JAKARTA - Tidak bisa dimungkiri, narkotik dan obat terlarang (narkoba) lekat dengan dunia seni.
Salah satu buktinya terlihat pada kasus tabrakan maut di wilayah Tugu Tani, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Si pengemudi, yang merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan bekerja di production house itu, terbukti berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba jenis sabu-sabu.
"Meski stigma itu kadung menempel pada para seniman, bukan berarti semua mahasiswa seni, khususnya IKJ, pakai narkoba," ujar alumnus IKJ yang dihubungi okezone, Selasa (24/1/2012).
Menurut sarjana IKJ angkatan 2001 itu, memakai narkoba adalah pilihan masing-masing orang. Dia menilai, banyak juga seniman yang sukses tanpa menggunakan narkoba.
"Kalau cuma rokok ya itu masih wajarlah. Tapi narkoba, enggak usah deh. Buat apa sih pake-pake begituan?" imbuhnya.
Wanita yang meminta namanya dirahasiakan ini menegaskan, kasus ini tidak dengan serta merta menunjukkan IKJ kampus 'sarang narkoba'. Meski demikian, dia tidak menampik ada beberapa mahasiswa di kampusnya yang menggunakan narkoba.
Penggunaan narkoba di kampus IKJ, imbuhnya, terutama terlihat dalam berbagai acara yang digelar di kampusnya.
"Tapi enggak bisa dipastikan juga kalau yang make itu anak IKJ. Sebab, ketika ada acara kan IKJ kedatangan banyak orang dari berbagai kalangan," tegasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.