Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Israel Jadikan Nuklir Iran Sebagai Pengalihan Isu

Khairisa Ferida , Jurnalis-Minggu, 29 Januari 2012 |15:48 WIB
Israel Jadikan Nuklir Iran Sebagai Pengalihan Isu
Foto PM Israel Benyamin Netanyahu (The Guradian)
A
A
A

TEL AVIV - Upaya diplomatik yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), Rusia, PBB, dan uni Eropa terkait pembicaraan damai antara Israel- Palestina menemui jalan buntu.

Hingga tenggat waktu yang ditentukan, yakni pada 26 Januari lalu kedua negara tidak berhasil melahirkan kesepakatan apapun.

"Palestina bertanggung jawab atas kegagalan negosiasi ini," ujar Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu melalui juru bicaranya Isaac Molho seperti dikutip Haaretz, Minggu, (29/1/2012).

Sebelumnya Palestina menegaskan, pihaknya setuju untuk kembali ke meja perundingan jika Israel setuju menjadikan kesepakatan dalam perang enam hari pada 4 Juni 1967 sebagai dasar dalam memulai dialog terkait perbatasan kedua negara.

Namun Israel menolak permintaan Palestina itu. Sebagian kalangan menilai penolakan ini adalah taktik yang digunakan oleh PM Netanyahu untuk membekukan upaya negosiasi.

PM Netanyahu dinilai telah menjadikan masalah nuklir Iran sebagai pengalihan isu dalam upaya pembicaraan damai Israel-Palestina. Kesibukan Presiden Barack Obama dalam rangka pemilihan umum presiden AS serta tekanan komunitas Yahudi terhadap Obama ditengarai juga telah dimanfaatkan oleh PM Netanyahu untuk membuat upaya negosiasi ini berjalan di tempat.

Pertemuan yang berlangsung di Yordania, merupakan pertemuan kelima antara Israel dan Palestina. Pertemuan itu diharapkan dapat mendorong kedua negara memasuki tahap negosiasi terkait konflik perbatasan wilayah.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement