PARIS - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy meminta stasiun televisi dan sejumlah media agar tidak menyiarkan perisitiwa penembakan yang terjadi di Kota Toulouse.
Media Al Jazeera melaporkan bahwa mereka sudah menerima rekaman video yang menunjukkan aksi tersangka melakukan penembakan di sekolah Yahudi di Kota Toulouse yang menewaskan anak-anak dan seorang Rabbi. Namun Sarkozy meminta beberapa media agar tidak menyiarkannya. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (27/3/2012).
Sementara itu, otoritas keamanan Prancis mengatakan, rekaman itu disimpan dalam sebuah memori penyimpan data yang dikirim dengan sebuah surat.
Tersangka yang bernama Mohamed Merah melakukan aksi penembakan pada pekan lalu yang menyebabkan tewasnya Rabi Jonathan Sandler, dua orang bocah laki-laki bernama Gavriel dan Aryeh. Aksinya ini juga menewaskan seorang bocah perempuan bernama Miriam Monsonego, di luar sekolah Ozar Hatorah.
Merah pun tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh polisi Prancis. Saat dikepung, Merah berupaya untuk melarikan diri namun polisi menembak kepalanya.
Pria berusia 24 tahun itu juga diyakini membunuh empat prajurit Prancis sepekan sebelum kejadian ini terjadi. Sementara kakak Merah, yakni Abdelkader Merah, ditahan oleh Kepolisian Prancis karena dianggap membantu aksi adiknya.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.