PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan demonstrasi ilegal akan dilarang dalam beberapa hari mendatang. Sementara itu, kelompok terorganisasi, seperti serikat pekerja, akan ditawari jalur alternatif untuk menggelar demonstrasi guna melindungi tempat usaha.
Macron menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu dengan para pejabat intelijen dan menteri senior pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026 untuk membahas krisis tersebut, sebagaimana dilansir Indiana Today.
Dia juga mengungkap bahwa kelompok ultra-kiri yang "menghasut" serta para perusak berada di balik kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Prancis pada Sabtu lalu.
Diketahui, kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah di Prancis berujung pada penangkapan lebih dari 2.300 orang. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie terluka dalam demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Korban luka juga berjatuhan dari kalangan demonstran. Salah seorang peserta aksi bahkan dilaporkan kehilangan tangan akibat terkena granat pengendali massa yang dilemparkan polisi.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.