WASHINGTON - Menyambut kemenangan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang berhasil menduduki kursi parlemen, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton memberikan nasihat bahwa demokrasi tidak terjadi dengan mudah.
"Saya sudah mengingatkan dia (Suu Kyi) dalam perbincangan kami melalui telepon, dia telah berubah dari seorang ikon demokrasi menjadi seorang politisi. Hal itu didapatkannya setelah melalui perjalanan sampai pada batas tertentu. Saya tahu itu semua tidak mudah," ujar Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton seperti dikutip, Bangkok Post, Selasa (10/4/2012).
Dalam kesempatan yang sama, Clinton juga mengingatkan, terpilihnya Suu Kyi sebagai salah satu anggota parlemen akan memaksanya bekerja dengan berbagai kalangan. Beberapa di antara mereka mungkin akan menunjukkan sikap yang berlawanan.
"Sekarang Anda duduk di parlemen dan Anda akan mulai berkompromi dimana semua yang Anda lakukan itu adalah demokrasi. Itu adalah yang sesungguhnya terjadi," imbuh Clinton.
Clinton sendiri telah menyampaikan apresiasi AS atas pemilu yang berjalan bebas, jujur dan adil di Myanmar. Tidak hanya itu Clinton juga mengatakan, AS akan memberikan kelonggaran dalam layanan investasi serta dalam berbagai bidang keuangan lainnya kepada Myanmar.
"Perubahan yang terjadi di Myanmar adalah sesuatu yang tidak hanya kami terima dengan mata terbuka. Namun juga dengan hati yang siap memberikan bantuan," tambah Clinton.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.