Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ingin Panjang Umur, Tike Turunkan Berat Badan

Gustia Martha Putri , Jurnalis-Rabu, 04 Juli 2012 |16:58 WIB
Ingin Panjang Umur, Tike Turunkan Berat Badan
Tike Priyatnakusumah (Foto: Gustia/Okezone)
A
A
A

SOSOKNYA dikenal sebagai wanita ceria bertumbuh tambun. Namun kini, Tike Priyatnakusumah justru ingin mengajak masyarakat untuk sama-sama waspada dari bahaya obesitas.
 
"Dulu saya merasa baik-baik saja dengan tubuh yang besar dan sangat gemuk. Malah saya menduga bahwa gemuknya saya ini justru membawa hoki. Tapi, itu tidak terbukti. Dokter menyadarkan saya bahwa memelihara gemuk itu tidak menyehatkan. Saya ingin senantiasa sehat, ingin melihat anak saya nanti sarjana, menikah. Saya ingin bermain dengan cucu-cucu saya. Jadi, saya putuskan untuk bisa keluar obesitas ini," tutur artis 34 tahun ini di acara talkshow mengenai bahayanya obesitas dengan PT Roche Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
 
Sebelum melaksanakan diet dengan pendamping dokter ahli, Tike berbobot 94,4 kilogram dengan tinggi badan 151 sentimeter. Dengan bobot tersebut, Tike tergolong obesitas tingkat III.
 
Sekadar informasi, obesitas tidak sama dengan overweight (kelebihan berat badan). Overweight merupakan keadaan di mana berat badan seseorang melebihi berat badan normal. Sedangkan obesitas merupakan suatu keadaan di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.
 
Ada tiga tingkatan pada obesitas, yakni obesitas tingkat I, II dan III. Orang tergolong overweight jika Body Mass Index (BMI) tubuhnya berada di angka 23 sampai 24,9 kg/m2. Sedangkan yang dikatakan obesitas yang BMI tubuhnya mencapai 25,0 kg/m2 hingga 29,9 kg/m2. Obesitas tingkat II lebih dari 30,0 kg/m2, dan obesitas tingkat III yang memiliki BMI lebih dari 40,0 kg/m2.
 
"Obesitas berkaitan erat dengan risiko seseorang terkena komplikasi, seperti penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, serangan stroke, diabetes, bahkan kanker. Obesitas tingkat III yang dialami Tike sebelum diet ialah tingkatan paling berisiko terserang berbagai macam penyakit mematikan. Tapi, kini Tike sudah membaik walaupun masih tergolong obesitas, tapi sudah di tingkatan rendah, obesitas tingakt I. Sehingga risiko terkena berbagai penyakit komplikasi obesitas menurun secara signifikan," tutup Dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi dari RSCM, yang menjadi pendamping diet Tike.

(Tuty Ocktaviany)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement