WASHINGTON - Tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi menyapa sekira 5.000 warga Myanmar di Fort Wayne, Indiana, Amerika Serikat (AS). Berbicara di hadapan ribuan orang itu, Suu Kyi menyerukan rekonsiliasi nasional Myanmar.
"Yang penting adalah belajar bagaimana menyelesaikan masalah. Bagaimana menghadapi mereka dan bagaimana menemukan jawaban yang tepat melalui diskusi dan perdebatan," ujar Suu Kyi di hadapan ribuan orang seperti dikutip Associated Press, Rabu (26/9/2012).
"Perbedaan dan masalah yang ada bisa kita hadapi bersama dengan saling bergandeng tangan. Saya akan sangat menghargai dan berterima kasih bila Anda berkesempatan kembali ke Myanmar," imbuhnya.
Suu Kyi dijadwalkan akan menghabiskan 17 hari di Amerika Serikat (AS) dalam lawatan pertamanya ke Negeri Paman Sam setelah sekian tahun dirinya menjadi tahanan rumah.
"Kita tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan eksternal dan dukungan dari mitra kita kita juga harus bergantung kepada diri kita sendiri. Saya ingin semua orang bersatu," ungkap anggota parlemen Myanmar itu.
Kunjungan Suu Kyi ke AS ini juga dalam rangka menerima Gold Medal dari Kongres AS. Gold Medal adalah penghargaan tertinggi bagi warga sipil yang diberikan oleh Kongres.
Dalam kunjungannya ke Negeri Paman Sam, Suu Kyi juga mendesak agar sanksi atas Myanmar diringankan. Suu Kyi menyebut sanksi itu bekerja ketika Junta Militer berkuasa namun tidak saat ini dimana sanksi akan menghambat pembangunan ekonomi Myanmar.
Tidak hanya Suu Kyi namun Presiden Myanmar Thein Sein juga tengah berada di AS untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB. Thein Sein kabarnya memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan reformasi politik dan ekonomi di Myanmar yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.