Condet, Kisah Keturunan Arab dan Bisnis Minyak Wangi

Diana Saraswati, Okezone · Sabtu 27 Oktober 2012 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 27 500 709860 RByivGtZzD.jpg (Foto: Diana Saraswati/Okezone)

JAKARTA - Mendengar kata Condet, tentu tidak asing ditelinga orang Betawi. Sebuah kawasan padat penduduk di wilayah Jakarta Timur yang banyak dihuni warga keturunan Arab ini terkenal sebagai tempat perdagangan bibit minyak wangi.

Di era1970-an Condet didominasi warga asli Betawi yang tinggal di daerah itu. Namun, 10 tahun kemudian berkembang adanya bisnis penempatan tenaga kerja Indonesia untuk kawasan Timur Tengah yang banyak berkembang di Condet menjadi salah satu pendorong arus migrasi.

Setelahnya, banyak orang Arab yang datang ke Condet untuk berdagang, salah satunya adalah berdagang parfum atau bibit minyak wangi. Setelah itu Condet dikenal dengan pemukiman Arab yang berdagang parfum dengan bermacam-macam aroma. Toko parfum ini bisa anda jumpai di sepanjang Jalan Raya Condet.

Menurut tradisi orang Arab, meracik sendiri parfum mereka akan menjadi suatu kepuasan tersendiri. Di Arab, bibit parfum diramu untuk memperkuat aroma parfum agar lebih tahan dengan iklim panas disana.

"Minyak (kayu) gaharu dan cendana dari Indonesia termasuk bahan terpenting untuk racikan parfum di kawasan Timur Tengah. Kebiasaan meramu parfum ini pun terbawa di kalangan warga keturunan Arab di Indonesia,” kata salah satu pemuka Arab yang telah lama tinggal di Condet, Alwi bin Ali bin Muhammad Al Haddad  kepada Okezone belum lama ini.

Alwi yang memiliki toko parfum di Condet, saat ini tidak hanya menjual parfum saja, namun juga ada makanan khas Timur Tengah dan obat-obatan herbal. Tak hanya itu, toko Alawy juga menjual alat isap rokok khas Arab, dan beragam kuliner khas Arab, seperti kue kamir, nasi kebuli, dan makanan lainnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini