BERLIN - Salah satu majalah ternama di Jerman mengalami merilis obituari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George H.W. Bush yang sedang sakit. Obituari itu muncul di situs majalah itu dan langsung dihapus ketika para pembaca melihatnya.
Salah seorang koreseponden dari Majalah Der Spiegel, Marc Pitzke, mendeskripsikan Bush sebagai seorang politisi yang sama sekali tidak menarik dalam sebuah obituari. Popularitas Bush tua diklaim baru meningkat ketika putranya, George W. Bush menjadi Presiden AS.
Obituari yang belum tuntas ditulis itu muncul di situs Der Spiegel pada Minggu kemarin dan hanya tampil dalam beberapa menit. Meski demikian, obituari itu dibaca oleh para pengguna internet dan akhirnya, obituari Bush langsung dihapus. Der Spiegel pun langsung mengutarakan permintaan maaf.
"Seluruh wartawan mempersiapkan obituari dari sejumlah tokoh, dan menurut fatanya, Bush senior masih hidup dan ini adalah kesalahan teknis. Kami meminta maaf," demikian pernyataan Der Spiegel, Senin (31/12/2012).
George H.W. Bush menjalani perawatan di rumah sakit di Houston, Texas, pada November 23 Desember lalu karena bronkitis. Pria berusia 88 tahun dimasukkan ke unit rawat intensif (ICU) setelah kondisinya memburuk.
Meski demikian, salah seorang anggota keluarga Bush, Jim McGrath, melaporkan bahwa kondisi Bush mulai membaik. Sebelumnya Bush pun meminta McGrath agar ruang ICU tetap tenang dan tidak gaduh.
Presiden AS ke-41 itu merupakan satu-satunya mantan Presiden AS tertua yang masih hidup. Sebelumnya, media-media AS pun diminta untuk tidak terlalu mengumbar berita-berita miring mengenai kesehatan Bush.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.