Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Merasa Sudah Kerja Mati-Matian, Kepala Dinas Damkar DKI Ngeluh

Dony Aprian , Jurnalis-Selasa, 29 Januari 2013 |16:31 WIB
Merasa Sudah Kerja Mati-Matian, Kepala Dinas Damkar DKI <i>Ngeluh</i>
Paimin Napitupulu
A
A
A

JAKARTA- Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana (PB), Provinsi DKI Jakarta Paimin Napitupulu, mengeluhkan minimnya Sumber Daya Manusia di instansinya. Saat ini, personel Damkar DKI Jakarta mencapai 3.000 personel untuk semua suku dinas di DKI Jakarta.

"Masih kurang mencapai 3.000 personel lagi, idealnya 6.000 personel, " ujar Paimin di Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Paimin mengungkapkan, jumlah personel pemadam kebakaran, pada tahun ini kemungkinan kembali berkurang. Sebab ada 200 orang yang pensiun pada 2013.

Pada kesempatan yang sama, Paimin juga mengeluhkan penilaian miring masyarakat kepada instansinya, lantaran Dinas Pemadam Kebakaran dianggap sering pilih kasih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Masyarakat tahu kita sudah buat yang maksimal. Berita yang beredar kurang berimbang. Sedih kalau kita masih disebut pilih kasih kepada masyarakat," kata Paimin Napitupulu.

Padahal Damkar PB, kata Paimin, telah bekerja mati-matian melaksanakan amanat dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dari darurat banjir dari 17 Januari sampai paska banjir 27 Januari. "Kami sudah mengerahkan segala potensi dan dari semua anggota," ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam darurat banjir hingga paska banjir dia menerjunkan 800 personel dalam satu shift jam kerja. “Anggota damkar yang masuk tidak istirahat dan cadangan ada sampai 38 jam kerja," pungkasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement