Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dianggap Anti-Islam, Lego Hentikan Produksi Istana "Star Wars"

Fajar Nugraha , Jurnalis-Rabu, 03 April 2013 |11:12 WIB
Dianggap Anti-Islam, Lego Hentikan Produksi Istana
Istana Jabba the Hut (Foto: Lego)
A
A
A

CONNECTICUT - Produsen mainan, Lego, akan menghentikan sementara produksi Istana "Star Wars", setelah komunitas Muslim di Austria mengeluhkan produk itu telah menghina Islam. Namun Lego menyatakan, keputusan itu diambil karena kritikan yang berlangsung.

Sebelumnya diketahui bahwa Asosiasi Budaya Turki Austria menganggao mainan Lego dengan karakter Jabba the Hut di dalam istananya, menujukkan penghinaan atas Muslim. Sarang Jabba the Hut dinilai bentuknya mirip dengan masjid yang disertai senjata dan alat hisap hookah.

Namun Lego merespons bahwa produknya itu tidak menunjukkan bangunan non-fiksi atau suatu komunitas tertentu. Mainan itu juga tidak menyebutkan masjid.

"Semua produk Star Wars dari Lego didasarkan pada film Star Wars yang diciptakan Lucasfilm. Istana Jabba tampil pada film Star Wars Eposide VI dan tampil dalam cerita di Planet Tatooine. Istana Jabba itu adalah karakter fiksi dalam film," ujar pihak Lego, seperti dikutip CBS, Rabu (3/4/2013).

Lego pun menegaskan akan menarik produk Istana Jabba pada akhir tahun ini. Tetapi penarikan itu bukan disebabkan oleh kritikan yang merebak beberapa waktu terakhir.

"Kami akan menarik produk itu hingga akhir 2013. Namun penarikan itu dilakukan untuk digantikan dengan produk lainnya yang baru," tutur pihak Lego.

Sementara penarikan produk itu disambut baik oleh Presiden Asosiasi Budaya Turki Austria Birol Killic. Killic menghargai keputusan Lego untuk menarik produk tersebut.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement