Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jadi Pengusaha, Hedi Rindu Hang Out Bareng Teman

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Senin, 20 Januari 2014 |21:14 WIB
Jadi Pengusaha, Hedi Rindu <i>Hang Out</i> Bareng Teman
Foto : President of Fourspeed Metalwerks, Hedi Rusdian/Margaret Puspitarini (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menjalani bisnis di usia muda menimbulkan konsekuensi berkurangnya waktu untuk bergaul dan berkumpul bersama teman-teman. Perasaan rindu itu yang kerap kali menghampiri President of Fourspeed Metalwerks Hedi Rusdian yang telah menggeluti dunia bisnis sejak duduk di bangku SMA.

Pemuda berusia 21 tahun itu mengaku kerap merasa rindu untuk sekadar berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Apalagi mengingat ketika SMP dia terpaksa menghindari ajakan teman-temannya untuk bergaul selepas pulang sekolah lantaran tidak punya uang.

"Kadang memang kangen ketemu teman-teman. Saat SMA saya bisa bergaul karena sudah punya uang. Tapi lulus SMA saya fokus di Fourspeed jadi tidak bisa berkumpul dengan mereka sampai tidak pernah diajak main lagi," kata Hedi sambil tertawa ketika berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Meski menyadari telah melewati masa SMA-nya begitu saja, Hedi tidak merasa menyesal. Menurut mahasiswa Universitas Maranatha Bandung itu mengungkapkan, hal tersebut merupakan jalan yang telah dipilihnya demi memenuhi keinginan untuk bisa pensiun dini.

"Saya sadar masa muda saya banyak yang terlewati, tapi saya berpikir untuk masa depan. Ingin pensiun di usia muda, di sekira umur 30-40 tahun. Target saya bukan teman-teman, saya ingin mencurahkan diri kepada keluarga, ingin membawa hasil atau hdup yang lebih enak dan saya menikmati dunia saya," paparnya ramah.

Hedi menyebut, usia muda memang kerap membuat orang memandangnya sebelah mata. Apalagi ketika dulu memasarkan Fourspeed Metalwerks secara door to door dengan masih menggunakan seragam SMP.

"Dulu waktu bantu kakak dengan keliling ke toko dengan masih memakai seragam SMP sering diremehkan. Tapi tidak masalah, rejeki sudah ada yang mengatur. Seiring berjalannya waktu, melihat kesungguhan saya, ada juga yang tertarik untuk memesan. Tahun ini kuncinya ada di brand. Mau umur kita masih 15 tahun tapi brand sudah tebentuk, orang pasti segan," jelas pemuda asal Margahayu, Bandung itu.

Kuncinya, kata Hedi, kita memiliki kemampuan untuk menempatkan diri di berbagai situasi. Tidak perlu menjadi orang lain atau orang yang lebih tua agar dihormati oleh rekan bisnis.

"Personil Sepultura itu sudah 40 tahun, tapi kami bisa berbicara secara professional. Yang penting saya tahu menempatkan diri dan tidak ingin bergaya seperti orang yang lebih tua, sesuai dengan usia saya saja," tutur Hedi.

Masa SMA yang berlalu begitu saja kini bisa ditebus Hedi lewat masa perkuliahan yang tengah dijalaninya sejak tahun lalu. Dia mengaku, menjadi tantangan tersendiri untuk bergaul dengan teman-teman yang notabene berusia lebih muda darinya dan tidak mengenal identitasnya sama sekali.

"Setelah lulus SMA, saya nganggur tiga tahun. Sementara mama ingin saya kuliah. Pesan mama, mau bisnis atau apapun terserah, rejeki sudah ada yang mengatur, yang penting harus kuliah. Tahun lalu, saya mulai kuliah karena merasa sudah bisa bagi waktu. Bukan fokus kuliah tapi bergaul karena teman-teman seangkatan saya jauh lebih muda apalagi mereka tidak tahu saya siapa," ujarnya sembari tersenyum.

Beruntung, pihak kampus memberikan dukungan yang luar biasa terhadap Hedi untuk terus mengembangkan bisnisnya selagi berkuliah. "Dosen-dosen di sana pun mendukung saya. Akhir tahun lalu saya pameran di Jepang selama dua minggu sehingga harus bolos dan mereka memaklumi," tutup Hedi.

(Margaret Puspitarini)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement