MALANG - Menyandang status cagar alam, Pulau Sempu yang berada di seberang Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, semestinya memiliki aturan ketat bagi pengunjung yang akan menuju pulau yang terkenal dengan laguna segara anakan ini.
Kawasan seluas 877 hektare ini ditunjuk sebagai cagar alam berdasarkan Besluit van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie No : 69 dan No.46 tanggal 15 Maret 1928 tentang Aanwijzing van het natourmonument Poelau Sempoe dengan luas 877 hektare.
Sayangnya, setiap akhir pekan atau musim liburan panjang, pulau tak berpenghuni ini pun menjadi tujuan ratusan para pelancong atau penikmat alam. Deretan tenda camping penuh di tepi segara anakan. Belum lagi, berkilo-kilo sampah yang selalu dibawa mereka dan kebanyakan tidak dibawa kembali ke Pantai Sendang Biru.
Okezone sempat mengunjungi pulai ini paska liburan panjang pertengahan April 2014 lalu. Begitu mudahnya masuk ke kawasan cagar alam yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan konservasi alam.
Pengunjung hanya melapor ke petugas BKSDA yang berada di Pantai Sendangbiru, dengan mendaftar, pengunjung dikenakan biaya Rp20 ribu. Petugas juga telah menyiapkan pemandu untuk menuju tempat yang akan dituju, bisa Segara Anakan, Telaga Lele, Pantai Pasir Panjang, atau Pantai Pasir Kembar satu dan dua.
Menuju ke pulau ini kita juga bisa dengan mudah mencari perahu nelayan untuk mengantarkan ke sana dengan biaya Rp100 ribu pulang pergi. Sesampai di Teluk Semut, sebagai pintu masuk pulau sempu, mata langsung tertuju pada tumpukan sampah di tepi teluk, sebagian ada yang sudah terbakar dan banyak juga yang tergeletak di sana. Sepanjang perjalanan menuju Segara Anakan, sampah bekas botol minuman mineral juga banyak tergeletak di jalan.
Setelah berjalan sekira 2,5 jam dengan medan berlumpur dan lumayan ekstrim, lamat-lamat terdengar debur ombak yang membentur karang sebagai tanda segara anakan sudah dekat. Dan, ternyata meski bukan hari libur, puluhan tenda camping sudah berjejer di tepi Segara Anakan. Sambil rehat sejenak, melepas lelah dan memandangi keelokan laguna Segara Anakan, ada yang mendongkol dari ulah para pengunjung yang membuang sampah seenaknya dan tidak menyadari jika ulahnya bisa merusak ekosistem pulau ini.
Ya, sampah menjadi pemandangan yang biasa meski petugas yang mengantarkan pengunjung selalu mengingatkan agar sampah dibawa kembali dan tidak ditinggalkan di pulau ini.
Yang lebih mengejutkan, ketika malam hari ada juga pengunjung yang menyalakan kembang api yang bisa dipastikan suaranya pasti mengganggu satwa yang sedang istirahat di pulau ini. Meski sudah diingatkan petugas, mereka masih saja membawa dan membunyikan di pulau ini. Demikian sedikit gambaran noda-noda pengunjung yang bisa diprediksi pada liburan panjang bulan Mei ini masih terjadi. Semoga Sempu bukan menjadi tujuan wisata anda ke depan.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.