JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan transportasi massal pengganti monorel, bila proyek senilai Rp15 triliun itu tidak jadi dibangun oleh PT Jakarta Monorail (JM).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut transportasi pengganti monorel Light Rapit Transit (LRT).
"Apa yang terjadi kalau monorel itu tidak sanggup memenuhi permintaan kami. Akan kita batalkan. Lalu Jakarta enggak punya transportasi massal? Tidak. Kami akan membangun Light Rapid Transit (LRT)," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Ahok menuturkan, perbedaan kendaraan LRT dengan monorel ini adalah pada jalur relnya. Jika monorel tidak bisa menggunakan jalur tumpang, maka LRT bisa.
"Kalau monorel persimpangan tumpang enggak bisa lewat karena beton. Tapi kalau rel LRT bisa saling bertumpuk. Makanya, dunia itu pakainya LRT, Singapura juga," ujar Ahok semangat.
Ahok mengungkapkan, pembangunan LRT tidak menghabiskan waktu yang lama. "Bangunnya pun cepat karena pakai konstruksi baja. Duitnya darimana? Saya suruh hitung, kenapa kita enggak lelang saja? Kamu pernah ke Citos? Aku ide dari Citos nih. Citos kan 2 lantai. Boleh enggak kalau stasiun dibuat 150 meter aku bikin kayak Citos, terbuka. Boleh dong," tukasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.