Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Yasya, Genius Matematika yang Jadi Juara Internasional

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Selasa, 12 Agustus 2014 |08:05 WIB
Yasya, Genius Matematika yang Jadi Juara Internasional
Yasya, Genius Matematika yang Jadi Juara Internasional (Foto : ITS)
A
A
A

JAKARTA - Berasal dari jurusan Teknik Elektro, Mohammad Yasya Bahrul Ulum tak lantas membuat kemampuan Matematikanya tumpul. Menyisihkan 324 peserta dari 44 negara, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu berhasil membawa pulang medali emas dalam International Mathematics Competition (IMC) for University Student 2014.

Dalam kompetisi itu, Juara pertama Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina bidang Matematika dan peserta lainnya diminta memecahkan masalah dalam bentuk essay. Dengan bidang kompetisi aljabar, analisis, geometri, dan kombinatorik.

Yasya menyebut, peserta diberikan lima soal yang disajikan dalam bahasa Inggris setiap hari dengan waktu pengerjaan selama dua hari. ''Setiap harinya diberikan alokasi waktu satu jam,'' tutur Yasya, seperti dikutip dari ITS Online, Selasa (12/8/2014).

Meski sempat minder, Yasya terus mengerjakan soal dengan usaha terbaiknya. Dia mengaku, secara keseluruhan ada tiga soal yang belum bisa diselesaikan. ''Saya tidak bisa mengerjakan soal bagian kombinatorik, cukup susah,'' kenangnya.

Kerja kerasnya berbuah manis. Mahasiswa angkatan 2013 itu berhasil memperoleh selisih nilai 30 poin dari grand first prize dan menempatkannya dalam posisi emas. Dengan perolehan itu, Yasya berhasil unggul dari pesaing lain yang berasal dari perguruan tinggi ternama di dunia, seperti Yale University AS, University of Gottingen Jerman, Moscow Institute of Physics and Technology Rusia, College University London, maupun Nanyang Technological University Singapura.

Dari keseluruhan lawan, Israel adalah lawan terberat bagi Yasya. ''Peraih first grand prize berasal dari Israel. Lima delegasinya meraih medali emas, sehingga berhasil meraih juara umum,'' ungkap Yasya.

Atas prestasi tersebut, Yasya dianugerahi beasiswa Olimpiade Sains Internasional (OSI) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Beasiswa tersebut akan menanggung semua biaya kuliah hingga studi doktoral di seluruh perguruan tinggi di dunia.

Untuk rencana studi magister, jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi pilihan utama Yasya. ''Saya ingin mempersiapkan dulu kemampuan Matematika saya di ITB, baru ke luar negeri,'' urai alumnus SMAN Sragen Billingual Boarding School (SBBS) Gemolong itu.

(Margaret Puspitarini)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement