Wamenag Resmikan UIN Ar Raniry

Salman Mardira, Okezone · Rabu 17 September 2014 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 17 373 1040591 bzxoDDFNtV.jpg Foto : Wamenag Resmikan UIN Ar Raniry/Kemenag

BANDA ACEH – Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan alih status IAIN Ar Raniry menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh. Peningkatan status ini diharapkan menjadi modal bagi kampus tersebut dalam mengembangkan keilmuan Islam, teknologi dan sains.

Peresmian nama UIN sekaligus penggunaan sarana dan prasarana kampus yang telah dibangun kembali setelah dihantam tsunami 10 tahun lalu. Kegiatan itu ditandai dengan penandatangan prasasti, piagam serta penekanan tombol sirine oleh Nasaruddin bersama Rektor UIN Ar Raniry, Prof Farid Wajdi Ibrahim.

Acara dipusatkan di Auditorium Ali Hasjmy, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (17/9/2014), ikut dihadiri para pimpinan daerah Aceh dan sejumlah rektor kampus Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam amanatnya, Nasaruddin menyatakan, peningkatan status dari IAIN ke UIN akan memperluas dan memperdalam bidang keilmuan yang bisa dipelajari di kampus tersebut. Bukan hanya bidang Islam, hubungan sosial dan moral saja tapi juga mencakup teknologi dan sains.

"Islam merupakan agama yang universal dan luas. Kalau kita ingin menampilkan universalnya Islam maka kita harus memunculkan universitas Islam,” kata Nasaruddin, Rabu (17/9/2014).

Dia berharap, UIN Ar Raniry mampu menghasilkan ilmuan-ilmuan Islam terkenal, seperti yang pernah muncul pada abad pertengahan di Timur Tengah. Sekaligus meluruskan beberapa teori-teori salah tentang Islam yang mulai beredar digenerasi sekarang. “Karena tidak semua teori-teori itu benar,” paparnya.

Sementara Rektor UIN Ar Raniry, Farid Wajdi menyatakan, peresmian status ini adalah sejarah baru bagi kampusnya. Mengingat IAIN Ar Raniry sudah berusia 50 tahun dan diresmikan pada 5 Oktober 1963 oleh Menteri Agama Saifuddin Zuhri yang merupakan ayah dari Menteri Agama saat ini Lukman Hakim Saifuddin.

IAIN Ar Raniry adalah IAIN ketiga di Indonesia setelah IAIN Sunan Kalidjaga Yogjakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kampus tersebut rusak parah saat tsunami Aceh 26 Desember 2004, kemudian dibangun kembali dengan pinjaman lunak dari Islamic Devolepment Bank (IDB) dan bantuan Kementerian Agama yang mencapai setengah triliun.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini