JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyatakan Pemerintah Indonesia bisa meniru Jerman. Sebab, negara dari Benua Eropa itu berhasil menyatukan dua wilayah tanpa pertumpahan darah.
Pada 3 Oktober 1990, sebuah sejarah tercipta. Mantan daerah Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) digabungkan dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat).
Sabtu 3 Oktober 2014, Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia merayakan Hari Penyatuan Jerman untuk ke-24 kalinya. Beberapa orang Indonesia diundang hadir di acara itu, seperti mantan presiden BJ Habibie dan Wamenlu Dino Patti Djalal.
Pria yang akrab disapa Dino itu mengeluarkan pendapat mengenai Penyatuan Jerman tersebut. “Kalau saya melihatnya Jerman Barat dan Timur bersatu itu kan suatu contoh positif perang dingin berakhir. Kedua bahwa Jerman akhirnya bisa bersatu menemukan jati dirinya dan nasionalisme,” katanya di Jakarta, kemarin.
“Di Indonesia saya kira itu bisa menjadi inspirasi bahwa persatuan bisa dijaga. Lihat saja Jerman Barat dan Jerman Timur mati-matian mencapai persatuan dan mereka menjaga itu,” lanjutnya.
Dino mengatakan, perjuangan Jerman untuk menyatukan wilayah timur dan barat harus bisa menjadi pelajaran untuk bangsa Indonesia. “Saya rasa ini bisa menjadi pelajaran untuk kita. Kita sudah ada dan harus menjaga persatuan ini,” tambah dia. (hmr)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.