Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelaku Bom Boston Menangis ketika Keluarga Bersaksi

Pamela Sarnia , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2015 |16:15 WIB
Pelaku Bom Boston Menangis ketika Keluarga Bersaksi
Sketsa Suasana Pengadilan Pelaku Bom Maraton Boston Dzokhar Tsarnaev (Foto: EPA)
A
A
A

BOSTON - Di tengah ruang sidang, Dzokhar Tsarnaev duduk dengan ekspresi dingin dan tenang. Tersangka bom Boston itu selalu seperti itu, memperlihatkan ekspresi wajah yang datar.

Tetapi, hari ini berbeda. Saudara perempuan ibunya turut hadir di sana sebagai saksi mata. Tsarnaev hanya berjarak 3 meter dari saudara dekatnya itu.

Perempuan bernama Patimat Suleimanova itu terus menangis dengan hebat. Dia tidak memedulikan suasana pengadilan yang tenang. Hakim kemudian memintanya berdiri untuk memberikan kesaksian.

Ketika Suleimanova berdiri sambil menangis, sontak tangis Tsarnaev pecah. Buru-buru pria itu menyeka air matanya. Ketenangannya runtuh. Pria berusia 21 tahun itu duduk dengan gelisah di atas kursi terpidana.

Air mata terus mengalir saat Suleimanova bersaksi. Dia tak kuat menghadapi pengadilan keponakannya itu. Perempuan itu hanya mampu menjawab pertanyaan nama, tahun lahir, dan tempat lahir.

Beberapa menit kemudian, Hakim George O'Toole Jr menyarankan jaksa pembela memanggil saksi yang lain. Setelah itu, Suleimanova turun dari mimbar saksi dan Tsarnaev menyeka air matanya dengan tisu.

Ketika Tsarnaev berjalan ke luar ruang pengadilan, dia mencium bibinya yang lain, yang juga menangis ketika memberi kesaksian.

Seperti diberitakan Yahoo News, Selasa (5/5/2015), lima saudara Tsarnaev, tiga sepupu, dan dua bibi menjadi saksi di pengadilan. Namun, Suleimanova tidak dapat memberikan kesaksian secara lengkap.

Saudara-saudara dari Tsarnaev mengatakan, mereka tidak pernah melihat pria itu lagi sejak berusia delapan tahun. Ketika itu, Tsarnaev pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya.

Salah seorang sepupunya, Raisat Suleimanova, bersaksi pada Senin 5 Mei 2015. Dia mengatakan, Tsarnaev adalah anak yang baik dan hangat, sangat halus, sampai-sampai ia menangis ketika menonton kartun 'Lion King'.

"Saya pikir kebaikan hatinya membuat orang-orang di sekitarnya ikut baik," kata Raisat.

Bibi lainnya dari Tsarnaev, Shakhruzat Suleimanova, mengatakan bahwa Tsarnaev dan saudara-saudaranya berperilaku baik ketika masih kecil. "Mereka sangat baik. Mereka bahkan tidak akan pernah membunuh seekor lalat," kata dia.

Pekan lalu, jaksa memohon kepada hakim untuk memastikan saudara-saudara Tsarnaev segera bersaksi, sebab 16 agen FBI telah ditugaskan untuk menjaga dan melindungi keluarganya ketika mereka berada di AS. Keluarga Tsarnaev sendiri sampai di Boston pada 23 April 2015.

(Pamela Sarnia)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement