Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sisa Otak Warga Yahudi Korban "Malaikat Maut" Nazi Ditemukan

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2016 |19:30 WIB
Sisa Otak Warga Yahudi Korban
"Malaikat Maut" Nazi Josef Mengele. (Foto: Mirror)
A
A
A

MUNICH - Lembaga penelitian terkemuka di Jerman menemukan sisa-sisa otak dan tubuh warga Yahudi korban eksperimen dokter Nazi, Josef Mengele, yang disimpan secara rahasia. Dokter ini dijuluki sebagai “malaikat maut” Nazi karena melakukan eksperimen mengerikan pada manusia korban holocaust.

Sisa-sisa otak dan tubuh korban ditemukan di sebuah laboratorium di Max Planck Psychiatric Institute di Munich saat direnovasi pada tahun lalu. Temuan itu diungkap media-media Israel pekan ini.

Josef Mengele merupakan dokter di kamp kematian Nazi di Auschwistz, Polandia. Dia dikenal melakukan eksperimen pada manusia tanpa anestesi atau bius.

Pihak Max Planck Institute mengklaim sampel temuan mereka pernah digunakan oleh peneliti otak era rezim Nazi, Julius Hallervorden. Peneliti ini pernah menjabat sebagai kepala departemen neuropatologi di sebuah institut yang kemudian dikenal sebagai Kaiser Wilhelm Institute, pada tahun 1938.

“Kami malu dengan temuan ini, dan kecacatan dari penemuan mereka di arsip,” kata pihak Max Planck Psychiatric Institute di situsnya, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (2/9/2016).

”Kami akan memperbarui masyarakat dengan informasi lebih lanjut yang datang untuk pencerahan dengan transparansi yang lengkap,” lanjut lembaga peneliti itu.

Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, Israel, mengaku tidak pernah menyadari adanya sampel organ manusia korban eksperimen “malaikat maut” Nazi tersebut.

Profesor Dan Machman, Direktur Pusat Internasional untuk Riset Holocaust di museum, mengatakan kepada sebuah stasiun radio Israel: ”Ini mengejutkan, meskipun tidak sepenuhnya. Kami tahu bahwa percobaan yang dilakukan dan yang tidak, semuanya terhapus dan dikubur.”

Dari tahun 1940 sampai 1945, ratusan otak dari korban pembunuhan massal, pasien sakit jiwa dan cacat mental pada waktu itu diperiksa secara ilmiah di Kaiser Wilhelm Institute for Brain Research (KWI) di Berlin. Karena menjadikan otak dan tubuh korban pembunuhan massal itu sebagai eksperimen, dokter Josef Mengele dinyatakan sebagai penjahat perang Nazi.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement