KARANGANYAR – Keterbatasan fisik bukan suatu halangan untuk menggali potensi diri. Asalkan ada niat, di situ pastinya ada jalan. Meski secara fisik pemuda bernama Muhammad Khoiruddin ini memiliki keterbatasan, seperti pendengaran dan berbicara, siapa sangka di dunia blogger pemuda yang dikenal sebagai Mukhofas al Fikri tersebut memiliki nama yang cukup dikenal.
Saat Okezone bertandang ke rumah Khoiruddin, terlihat dalam keadaan sepi. Tak mudah untuk menuju rumah Khoiruddin yang berada di daerah Jumantono. Selain melewati pertenakan ayam, jalan naik-turun harus dilalui untuk menuju kediaman Khoiruddin.
Belum lagi, sinyal komunikasi di sana sangat sulit. Praktis, sinyal GPS yang dipakai sebagai petunjuk jalan pun terputus saat memasuki daerah itu.
Setelah bertanya sepanjang jalan, akhirnya Okezone tiba di rumah Khoiruddin. Meski dalam keadaan sepi, pintu rumah terbuka. Setelah mengetuk berulang-ulang, akhirnya dari dalam rumah keluar pemilik rumah yang diketahui ayah dari Khoiruddin.
Setelah menyampaikan maksud kedatangan Okezone, Pak Paino mempersilakan Okezone masuk. "Sebentar anaknya lagi mandi," terang dia, Kamis 26 Oktober 2017.
Setelah menunggu 3 menit, Khoiruddin akhirnya keluar. Ia ternyata sosok yang cukup akrab. Meski baru pertama bertemu, Khoiruddin sudah sangat mengenal tamunya. Khoiruddin sendiri adalah pemuda kelahiran Karanganyar, 18 Desember 1994. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, putra dari Paino, warga Jumantono.
Menurut sang ayah, Putra –biasa dipanggil– memiliki permasalahan pendengaran dan berbicara sejak dari usia 71 hari. "Saat masih berusia 71 hari, Putra mengalami step (kejang-kejang). Hingga akhirnya berujung pada berkurangnya pendengaran dan bicara yang agak terganggu," jelasnya.
Guna menghibur putranya agar tidak sedih, Paino pun sering mengajaknya ke sawah miliknya yang terletak di Sapen, Mojolaban, Sukoharjo. Di sinilah kemampuan putranya mulai terlihat. Sang putra begitu hobi berselancar di dunia maya. Apalagi, sinyal komunikasi di sawah miliknya begitu bagus dibanding tempat tinggalnya.
Selain mengajak putranya itu ke sawah, Poino pun kerab membawa pemuda yang sempat mengenyam bangku kuliah hingga semester III ini ke tempat pengajian di Solo. Ketertarikan putranya pada dunia blogger berawal dari sebuah buku yang tidak sengaja dibelinya saat sedang mencari buku untuk ujian terakhir SMP.
Ternyata buku yang dibelinya tersebut, ungkap Paino, benar-benar dibaca oleh anaknya hingga tuntas. Mulai saat itulah anaknya terlihat sangat serius menekuni dunia internet. Melalui kemampuannya yang autodidak, dibantu buku panduan, Khoiruddin berhasil membuat blog.
"Namun kadang hatinya juga merasa terenyuh saat membaca komentar-komentar miring dan negatif dari pembaca blogger milik anak saya. Namun lama-lama ya saya abaikan saja," ucap Paino.
Meski memiliki keterbatasan, kecerdasan Putra tidak berpengaruh. Ia tetap mengenyam pendidikan di sekolah umum. Pertama, bersekolah di SD Sringin 2 selama 1 tahun. Kemudian pindah ke MI Sudirman Ngemping hingga lulus, dan melanjutkan ke MTsN Ngadiluwih Matesih.
Pendidikan SMA dijalani di SMA/MTA Surakarta. Bangku kuliah juga sempat dilalui oleh di salah satu universitas swasta di Sukoharjo. Namun merasa ada keterbatasan, dirinya memilih untuk berhenti kuliah di semester III.
Di tengah semua keterbatasan yang dimiliki, semangat Khoiruddin mampu menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Cita-citanya mulia, selain ingin menjadi blogger yang sukses, Khoiruddin juga ingin menerbitkan bukunya.
Bahkan keterangan sang ayah, ada salah satu penerbit buku yang bersedia menerbitkan buku karangan Khoiruddin, namun harus ada seleksi terlebih dahulu. Ada satu pembelajaran yang diberikan Khoiruddin bahwa bahagia itu tidak selalu harus kaya, memiliki harta berlimpah, rumah mewah.
Bahagia itu bisa sangat sederhana. Memberikan satu nasi bungkus kepada anak jalanan pun sudah cukup membahagiakan. "Bahagia bisa diperoleh saat memberikan komentar yang tulus dan baik pada blog seseorang. Karena ketulusan diawal keberatan tapi di kemudian hari sebuah kebahagian terpancar dari hati,” jelas Khoiruddin.
Okezone bisa melihat blogger yang dibuat oleh Khoiruddin. Meski belajar autodidak dan keterbatasan fisik, namun blogger buatannya ini bisa disejajarkan dengan ahli motivator ulung. Tak hanya itu, meski bukan ahli bahasa, bahasa yang dipakai di bloggernya itu cukup tertata rapi dan mudah dipahami.
Bahkan Khoiruddin pun mampu membuat blogger yang memiliki grup Blogging, sebuah komunitas kecil namun anggotanya menyebar di seluruh Indonesia.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.