Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terindikasi Difteri, WNA Jerman Masuk Ruang Isolasi di Karawaci

Rasyid Ridho , Jurnalis-Rabu, 20 Desember 2017 |18:53 WIB
Terindikasi Difteri, WNA Jerman Masuk Ruang Isolasi di Karawaci
Ilustrasi
A
A
A

SERANG - Penyebaran bakteri difteri terus mewabah. Tidak hanya warga Indonesia saja, warga negara asing asal Jerman Philipp Neusler (24) pun terserang difteri. Philipp saat ini dalam penanganan intensif di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang.

“Hari ini ada pasien terindikasi difteri baru yakni WNA. Masih dalam perawatan di RS Siloam Karawaci,” kata Kasi Surveillance Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten drg. Rostiana saat dikonfirmasi, Rabu (20/12/2017).

Dia menjelaskan, setibanya di Bandara Soekarno Hatta dari Banda Naira, Maluku. Philipp mengeluhkan demam tinggi disertai tenggorokan sakit saat menelan makanan.

"Dari gejala yang dikeluhkan dan tanda-tandanya WNA terindikasi terserang difteri. Saat ini sudah ditempatkan diruang isolasi rumah sakit," ujarnya.

Untuk penanganannya sendiri, saat ini pasien sudah diberikan antibiotik selama 48 jam. Melihat perkembangan, selanjutnya Philipp akan diberikan anti difteri serum (ADS).

Pemberian ADS oleh Kemenkes diperketat. Harus ada ahli dari dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan RS dr. Soetomo yang dijadikan sebagai ahli untuk konsultasi pasien-pasien yang terjangkit difteri.

"Pihak rumah sakit belum mengirimkan foto kerongkongan pasien kepada ahli dari RSCM," katanya.

Saat ini, wabah yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteria di Banten terus meningkat. Hari ini saja, total pasien yang terjangkit bakteri ini menjadi 114 se Provinsi Banten di tahun 2017 dengan 9 orang meninggal dunia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement