JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini menggelar rapat terbatas soal penanganan wabah difteri. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, karena sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa di beberapa daerah, penanggulangannya harus dilakukan dengan serius.
"Namanya kejadian luar biasa, kita harus atasi. Karena kalau kejadian luar biasa itu menjadi meluas kan tentu berbahaya, karena difteri itu kan tidak memilih umur," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Untuk mengantisipasi penyebaran difteri, JK dan keluarga diketahui telah melakukan vaksin. "Ya (sudah vaksin) minggu lalu," katanya.
(Baca juga: Tak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa hingga Anggota Polisi Diberi Vaksin Difteri)
Terkait vaksin tersebut, JK mengakui tersebar isu bahwa pemicu penyebaran difteri salah satunya karena banyaknya anak mendapat vaksin palsu sehingga daya tahan tubuh tak mampu menangkal virus difteri.
Karenanya, Kementerian Kesehatan harus memastikan vaksin yang didistribusikan ke masyarakat asli dan diberikan tepat pada waktunya.
"Jadi sekarang vaksinnya benar-benar harus yang asli dan kemudian juga pada waktunya, ada kan waktu-waktunya, berapa lama setelah itu," lanjut JK.
(Baca juga: Seorang Mahasiswi UIN Jakarta Meninggal Dunia Terserang Difteri)
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.