nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Evaluasi Operasi Lilin 2018, Korlantas Polri Sebut Angka Kecelakaan Menurun

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 20:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 337 2000141 evaluasi-operasi-lilin-2018-korlantas-polri-sebut-angka-kecelakaan-menurun-Q3KVH8xVRK.jpg Jumpa pers Korlantas Mabes Polri (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut bahwa, angka kecelakaan kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 30 persen dibandingkan tahun 2017 lalu.

Data tersebut diketahui dari hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Korlantas Polri ketika menyelenggaran Operasi Lilin 2018 yang dimulai sejak 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

"Berdasarkan data Anev operasi kepolisian terpusat Lilin 2018 jumlah kecelakaan menurun," kata Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Baca Juga: Korlantas Polri Targetkan 2019 Samsat Online Berjalan Serentak di Seluruh Indonesia

Refdi merinci, jumlah kecelakaan pada tahun 2017 tercatat 965 kasus, sedangkan tahun 2018 berada di angka 673 kasus. Sehingga, tren kecelakaan tersebut menurun sebanyak 292 kasus.

Kemudian, korban meninggal dunia akibat kecelakaan tahun 2018 juga mengalami penurunan. Pada tahun 2017 terdapat 250 orang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan. Di tahun 2018 ada 176 orang yang tewas.

"Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 30 persen dibandingkan tahun 2017," tutur Refdi.

Operasi Lilin

Selanjutnya, tren penurunan juga dialami kepada korban luka berat yang diakibatkan dari kecelakaan. Pada tahun 2018 tercatat 150 pengendara dan tahun 2017 ada 232 pengguna kendaraan yang luka berat.

Baca Juga: Polda Metro Luncurkan Sistem Samsat Digital

Menurut Refdi, angka itu mengalami penurunan 35 persen. "Sementara itu, untuk luka ringan juga mengalami penurunan sebanyak 29 persen," imbuh Refdi.

Masih berdasarkan data tersebut, Korlantas Polri mencatat, angka kecelakaan yang paling tinggi terjadi pada kendaraan roda dua atau motor. Sedangkan, alat transportasi diperingkat kedua, yakni mobil penumpang.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini