nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ibu di AS Berkeliling Kampus Cari Orang Asing yang Mau Kencani Putranya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 15:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 18 2017382 seorang-ibu-di-as-berkeliling-kampus-carikan-teman-kencan-untuk-putranya-bEmUSAn4gN.jpg Foto: Nextshark.

MARYLAND – Sebuah universitas di Maryland, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengeluarkan “saran kejadian” untuk mengidentifikasi seorang ibu yang berkeliaran di area kampus dan meminta orang-orang untuk mengencani putranya.

Diwartakan Nextshark, ibu paruh baya itu berkeliling dan menunjukkan foto putranya di ponselnya dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka tertarik untuk mengencaninya. Namun, sang ibu tampaknya tidak terlalu diterima di Universitas Towson, kampus di mana dia melakukan aksinya, karena banyak orang yang mengajukan keluhan kepada kantor universitas.

Karena membanjirnya keluhan yang datang, polisi universitas telah mengeluarkan "saran kejadian" yang meminta masyarakat untuk mengidentifikasi wanita tersebut.

Sebuah email yang ditulis kepada badan mahasiswa Universitas menjelaskan bahwa pihak berwenang tidak ingin mengajukan tuntutan terhadap wanita itu, tetapi mereka hanya ingin dia menghentikan apa pun yang dilakukannya.

“Departemen Kepolisian Universitas Towson sedang menyelidiki tiga insiden terkait yang terjadi di Perpustakaan Cook dan gedung-gedung Pusat Seni pada 6 dan 7 Februari 2019. Para siswa dilaporkan telah didekati oleh seorang wanita tua yang berusaha menunjukkan kepada mereka foto di telepon selulernya dan menanyakan apakah mereka tertarik untuk berkencan dengan putranya," demikian dikutip World of Buzz, Rabu (13/2/2019).

"Subjek digambarkan sebagai seorang perempuan, tampak berusia 50-an tahun, dengan kacamata, mengenakan celana jins biru dan kemeja lengan panjang bergaris dengan garis merah di bagian bawah, syal multi-warna, sepatu cokelat dan membawa mantel berwarna gelap.”

Kepolisian Universitas Towson mengatakan, saran insiden hanya dimaksudkan untuk menyebarkan kewaspadaan di antara komunitas kampus terkait insiden itu. Kepolisian juga mengatakan bahwa insiden tersebut mungkin akan “mempengaruhi keamanan dan keselamatan mereka”.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini