nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Penyebaran DBD, Perindo Lakukan Fogging Massal Ratusan Rumah di Semarang

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 24 Februari 2019 12:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 24 512 2022113 cegah-penyebaran-dbd-perindo-lakukan-fogging-massal-ratusan-rumah-di-semarang-0FV8B5hgbL.jpg DPD Perindo Semarang lakukan Fogging (Foto: Bramantyo/Okezone)

SEMARANG - Partai Perindo menggelar pengasapan (fogging) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di kota Semarang. Fogging ini merupakan permintaan dari warga.

Fogging pun dilakukan di jalan Kalicari I No.28 RT.2 RW.4 kelurahan Kalicari, kecamatan Pedurungan Kota Semarang.Total 6 RT sekitar 370 KK, rata-rata dalam satu RT ada 50-60 KK.

 Baca juga: Program Cooking Class Caleg Perindo Incar Kaum Emak-Emak

"Permintaan fogging kepada Perindo disampaikan oleh ketua RT-nya, karena sudah ada satu orang yang terkena demam berdarah," jelas Ketua DPD Partai Perindo Kota Semarang Beny Setiyono, Minggu (24/2/2019).

 Perindo Semarang Lakukan Fogging (Bramantyo)

Khawatir akan ada penyebaran nyamuk demam berdarah, warga sepakat untuk meminta fogging ke Partai Perindo. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir penyebaran nyamuk aedes Aegepti.

 Baca juga: Dua Santri Kena DB, Rescue Perindo Fogging Sekolah hingga Pesantren di Bojonegoro

"Agar tidak menyebar masyarakat meminta fogging," jelas Benny.

Dirinya mengatakan, warga merasa sangat bersyukur wilayahnya diberikan fogging gratis. Pihak Perindo juga berusaha semaksimal mungkin memenuhi permintaan masyarakat.

"Kebetulan lokasi yang kita fogging ini banyak sekali lahan kosong. Terlebih lagi kondisi sanitasi di sekitar lingkungan tersebut juga tidak lancar sehingga berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

 Baca juga: 5 Warga Terjangkit DBD, Rescue Perindo Fogging 800 Rumah di Tangsel

Padahal, lanjutnya, masyarakat di sana sudah menjalankan program membersihkan jentik nyamuk. Di mana, kegiatan 3 M sudah diterapkan di RT sekitar.

“Namun kondisi di luar lingkungan banyak yang luput dari perhatian," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini