Satgas Yonmeks 741/GN Seberangi Sungai Gendong Warga Sakit ke Puskesmas

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 09 Maret 2019 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 09 340 2027760 satgas-yonmeks-741-gn-seberangi-sungai-gendong-warga-sakit-ke-puskesmas-kEp113UPW2.jpg Satgas Pamtas Yonmek 741/GN menggendong Alo Kefi menuju puskesmas terdekat. (Foto: Dispenad)

JAKARTA – Alo Kefi (47), warga Dusun Lasena 1, dievakuasi Satgas Pamtas Yonmek 741/GN karena menderita sakit dan terbaring lemas selama satu bulan. Hal ini sebagaimana disampaikan Dansatgas Pamtas Yonmek 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra dalam keterangannya, di Kecamatan Bikomi Ninulat, Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu 9 Maret 2019.

Ia mengatakan, pada Kamis 7 Maret, salah seorang warga Lasena 1 bernama Ose (50) melaporkan bahwa ada anggota keluarganya yang menderita sakit dan terbaring lemas hampir satu bulan. Dia kemudian meminta tolong agar Danpos Aplal Letda Inf Hermansyah membantu memeriksa dan membawanya berobat ke puskesmas terdekat.

Sekadar diketahui, Lasena 1 merupakan sebuah dusun yang berada di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, yang terletak sekira 26 kilometer di sebelah barat Kota Kefamanu.

(Foto: Dispenad)

"Dikarenakan sarana kesehatan terbatas, Letda Hermansyah segera menelepon dokter Puskesmas Tasinifu dr Syahrin Nadapdap dan menceritakan kondisi Alo Kefi. Setelah mendengar penyampaian dari Letda Hermansyah, tak lama kemudian dokter datang bersama dua tenaga medis berikut ambulans," imbuh Hendra.

Dokter dan anggota Satgas, lanjut Hendra, segera berangkat menuju rumah Alo Kefi. "Namun, dikarenakan harus melalui sungai dan jalan yang dilalui terjal dan licin, maka anggota Satgas dan dokter pun berangkat ke rumah Alo Kefi dengan berjalan kaki," ungkapnya.

"Sesungguhnya jarak dari tempat pemberhentian ambulans (di pinggir sungai) ke rumah (Alo Kefi) sekitar 700 meter. Setibanya di rumah, dokter langsung memeriksa kondisinya dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan harus dievakuasi ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut," imbuh Hendra.

(Foto: Dispenad)

Akan tetapi, ujar Hendra, keluarga awalnya tidak menyetujui Alo Kefi dibawa ke puskesmas. "Mereka beralasan harus diadakan ritual adat lebih dahulu. Namun setelah diberikan pemahaman oleh Letda Hermanysah bahwa sakit Bapak Alo akan semakin parah dan memerlukan perawatan medis, dan setelah itu baru diadakan ritual adat," terangnya.

"Syukurlah dengan adanya pemberian pemahaman hampir 15 menit, akhirnya keluarga pun menyetujui Bapak Alo dirujuk (ke rumah sakit)," imbuh Hendra.

Senada disampaikan Dansatgas, Hermansyah menjelaskan bahwa kondisi Alo Kefi sudah sangat lemas dan ketika diajak berjalan pun tidak mampu.

"Baru berjalan sekitar 100 meter, dari rumah, Bapak Alo lemas dan tidak sanggup berjalan. Dengan kondisi tersebut, maka tidak ada alternatif lagi, anggota Satgas langsung menggendongnya," kata Hermansyah.

(Foto: Dispenad)

"Anggota pun menggendongnya menyeberangi sungai yang cukup licin, sekitar 600 meter, untuk kemudian dibawa dengan ambulans untuk penanganan darurat dan selanjutnya dievakuasi ke puskesmas untuk penanganan lebih intensif," ujarnya.

Berkat bantuan pertolongan dari dokter dan anggota Satgas, hingga kini Alo Kefi sudah ditangani oleh tenaga medis di Puskesmas Tasinifu dan mulai pulih serta bisa berjalan.

"Mungkin saat sakit, makannya kurang diperhatikan. Semoga Bapak Alo dapat segera sembuh dan berkumpul bersama keluarganya dan belajar dari situasi ini kami akan mengajak dokter dari puskesmas untuk melaksanakan sosialisasi tentang kesehatan kepada masyarakat agar mereka mau berobat secara medis," ujar Hermansyah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini