Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petang Megang Jadi Budaya Melayu Riau Sambut Ramadan

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2019 |02:08 WIB
Petang Megang Jadi Budaya Melayu Riau Sambut Ramadan
Petang Megang (Foto: Banda/Okezone)
A
A
A

PEKANBARU - Banyak tradisi atau adat istiadat dalam menyambut bulan suci Ramadan termasuk di Riau. Di Bumi Lancang Kuning-julukan Riau petang megang merupakan tradisi turun temurun dalam menyembut puasa.

Petang megang atau juga dikenal dengan nama balimau ini merupakan ritual mandi bersama dalam tradisi Melayu Riau dalam menyambut bulan suci Ramadan. Prosesi ritual petang megang diawali dengan melaksanakan salat ashar berjamaah di Masjid Raya Pekanbaru.

Masjid Raya merupakan masjid bersejarah di Pekanbaru. Lokasinya sekitar 1 kilometer meter dari lokasi petang megang yakni di tepian sungai Siak tepatnya di sekitaran jembatan Siak II.

Acara petang megang atau juga merupakan tradisi mandi bersama yang bisa dilakukan satu hari sebelum puasa. Dalam acara ini warga dari berbagai penjuru Riau termasuk luar Riau beramai ramai mendatangi tepian sungai Siak.

Mereka melakukan mandi bersama di sungai keruh itu. Dengan menyiapakan perahu, pihak ke polisian selalu disiapkan untuk menjaga perayaan mandi di sungai terdalam di Indonesia itu.

Petang

Baca Juga: Nyorog, Tradisi Orang Betawi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Dalam iven petang megang ini, pejabat seperti Gubernur Riau Wakil Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru dan wakilnya selalu membuka acara. Dengan diiringin musik kompang atau alat keseniayaan Melayu Riau, para pejabat dan warga berjalan menuju area lokasi petang megang.

Setelah memberikan imbauan agar warga memeriahkan penyambutan puasa tidak berlebihan dan menjaga ketertiban, baik Gubernur Riau maupun Wali Kota Pekanbaru mengambil air dalam bak yang sudah dipersiapkan panitia.

Dalam bak itu terdapat bunga dan dedaunan tujuh rupa seperti daun nilam, serai wangi, mayang pinang dan lainnya yang dicampur dengan limau atau jeruk yang sudah dipesiapkan.

Kemudian secara bergantian pejabat menyiramkan air yang sudah dicampur bunga dan harum-haruman kepada sejumlah warga. Puncaknya, warga akan tumpah ruah ke sungai untuk mandi bersama di sungai.

Musik orgen tunggal atau hiburan rakyat mengiringi perayaan mandi bersama ini. Baliau ini juga biasaya di isi dengan lomba menangkap itik di sungai yang lepas panitia.

Tokoh adat Melayu Riau, Taufik Ikram Jamil mengatakan bahwa petang megang merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan sejak dulu. Namun dia tidak menjelaskan literatur kapan pastinya mandi balimau itu dimulai.

"Yang jelas petang megang merupakan budaya Melayu Riau dalam menyambut bulan suci ramadan. Saya tidak tau pasti kapan mulainya, tapi memang tradisi itu sudah lama," ucap Taufik Sabtu (4/5/2019) kepada Okezone.

Petang megang artinya sendiri adalah mandi jelang petang. Dia menjelaskan, bahwa dalam tradisi itu, satu hari sebelum puasa warga harus suka cita dalam menyambut puasa salah satunya dengan mensucikan diri. Caranya adalah dengan mandi yang ditaburi dengan wangian alami.

"Jadi dulu saat mau puasa, orang yang melaut akan pulang, orang yang dalam hutan akan kembali. Mereka bersiap untuk mandi ada secara bersama di sungai maupun di rumah. Bahan yang dipersipakan selain air adalah jeruk nipis dan berbagai bunga. Intinya dalam menyambut ramadan warga harus suci jiwa dan raga dan penuh semangat," imbuh tokoh adat Melayu Riau ini.

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement