Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketum PBNU: Kita Percaya Pansel Capim KPK, tapi Harus Diawasi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Jum'at, 30 Agustus 2019 |20:16 WIB
Ketum PBNU: Kita Percaya Pansel Capim KPK, tapi Harus Diawasi
Ketum PBNU Said Aqil Siradj percaya pada kinerja Pansel Capim KPK (Foto: Okezone.com/Arie)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj ‎mengajak publik untuk percaya penuh terhadap Panita Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Namun, dia juga meminta agar publik mengawasi kinerja pansel.

"Kita percaya pada Pansel, tapi pansel juga harus kita awasi, harus kita pelototin," ujar Said Aqil saat menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019).

Meski tidak menampik untuk mengawasi kinerja Pansel, namun ditekankan Said, Yanti Garnasih cs merupakan orang yang ditunjuk langsung Presiden Joko Widodo. Dia meminta agar publik menghargai kinerja pansel yang dipilih oleh Jokowi.

"Ya kita percayalah pada Pansel, karena itu sudah pilihan Pak Presiden Jokowi," kata dia.

Ilustrasi

Pada kesempatan ini, Kiai Said menitipkan pesan bagi mereka yang terpilih sebagai Pimpinan KPK periode 2019-2023 agar tidak lagi menangkap koruptor kelas receh. Para pimpinan, sambung dia, harus berani menangkap para koruptor kelas kakap.

"Artinya apa menjaga nama baik KPK sendiri, ketika yang ditangkap itu besar akan mendapat kepercayaan lebih besar, ketika yang ditangkap kecil KPK akan dapat apa? Kurang simpati nanti masyarakat. Bukan berati saya mentolerir korupsi 10 juta. Tapi kan korupsi ada dua, ada yang merugikan negara ada yang membangkrutkan negara. Utamakan yang membangkrutkan dulu," katanya.

Baca Juga: Ketum PBNU Harap KPK Jilid V Jangan Hanya Tangkap Koruptor Receh

Baca Juga: Gagal Seleksi Capim KPK, Dharma Pongrekun Nilai Kinerja Pansel Baik

Sekadar informasi, beberapa waktu belakangan ini muncul gerakan yang ‎mempersoalkan kredibilitas pansel KPK karena meloloskan calon yang menurut mereka tidak pantas. Gerakan tersebut diduga melibatkan sekelompok orang luar KPK.

Salah satu tujuan gerakan tersebut diduga untuk menjegal capim KPK asal Polri, Irjen Firli Bahuri untuk lolos seleksi. ‎Gerakan tersebut di‎sinyalir mempunyai agenda kepentingan di lembaga antirasuah.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement