Share

Penolakan Aktivitas Gereja di Inhil, Tokoh Agama Duduk Bersama

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 02 September 2019 03:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 340 2099387 penolakan-aktivitas-gereja-di-inhil-tokoh-agama-duduk-bersama-GIQGGfqP0a.jpg

PEKANBARU - Adanya penolakan dari warga terhadap aktivitas jemaat Gereja GPdI Efrata di rumah tinggal Pdt. Damianus Sinaga Dusun Sari Agung Rt.001 Desa Petalongan Kecamatan Keritang Kabupaten Inhil, Riau, Tomas (tokoh masyarakat) kembali duduk bersama.

Dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Petalongan Kecamatan Keritang hadir Wadir Binmas Polda Riau AKBP Imam Saputra, Kapolres Inhil AKBP Christian Ronny dan sejumlah petinggi kepolisian. Kemudian Camat Hady Rahman, kades, sejumlah Ketua RT, Kadus tokoh masyarakat , tokoh agama dan puluhan warga.

"Solusi penyelesaian terhadap permasalahan ini sudah menunjukkan titik terang. Aktivitas ibadah Jemaat GPdI untuk sementara akan dilaksanakan di GBI RT. 004 sampai adanya tempat ibadah yang lokasinya," kata AKBP Imam Saputra Minggu (1/9/2019).

Dalam pertemuan itu diharapkan kepada masyarakat melalui peran Tomas dan tokoh agana agar tetap menjaga situasi Kamtibmas di Desa Petalongan dengan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan menyerahkan solusi penyelesaiannya kepada pemerintah.

Dalam pertemuan itu akan dicari tempat untuk pembangunan gereja. Namun semua harus mengurus izin kepada pemerintah. Camat Keritang Hady Rahman mengatakan bahwa masih ada keinginan jemaat untuk beraktivitas di GPDI.

"Pak bupati menyampaikan bahwa adanya keinginan Jemaat GPDI untuk tetap melakukan aktivitas ibadah, namun sangat rawan sehingga perlunya kembali dilakukan upaya-upaya penyelesaian," katanya.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Penyampaian berdasarkan hasil mediasi Forkompinda kabupaten dan provinsi sudah sepakati soal relokasi gereja.

"Berharap kepada Tomas dan tokoh agama agar membantu pihak Polri dan Pemda dalam menjaga situasi kamtibmas di Desa Petalongan ini. Kemudian segera menyelesaikan permasalahan ini dengan segera mencari lokasi lahan relokasi melalui tim yang sudah dibentuk," harapnya.

Sebelumnya beredar video viral di Medsos saat petugas Satpol PP Pemkab Inhil menghentikan kegiatan keagamaan di GPdI Efrata pada 25 Agustus 2019. Penghentian itu dinilai karena belum mengurus izin sesuai aturan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini