nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamat Jalan Pak Asmara, Sang Pahlawan Langit Biru

Selasa 20 Agustus 2019 18:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 1 2107210 selamat-jalan-pak-asmara-sang-pahlawan-langit-biru-YlLsySUiAP.jpg Foto ilustrasi: Istimewa

JAKARTA - Anggota Manggala Agni yang merupakan garda terdepan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia, gugur saat menjalankan tugasnya. Dia adalah Asmara yang bertugas di Daops Muara Bulian, Jambi.

Asmara tertimpa pohon sewaktu melakukan pemadaman di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin pada Kamis (22/08/2019) sore. Dia kemudian dilarikan ke RS Siloam Jambi dan sempat mendapat perawatan. Dia berpulang pada Jumat 23 Agustus 2019 pagi sekitar pukul 01.20 WIB di rumah sakit.

Kronologi kejadian, tim satgas melakukan pemadaman dengan menggunakan tanki milik Manggala Agni Daops Muara Bulian. Dikarenakan suplai air di tanki habis, tim bermaksud melakukan pengisian ulang dan diikuti oleh Asmara dan Kuntoro dengan menggunakan sepeda motor. Baru beberapa meter berjalan tiba-tiba sebatang kayu besar roboh menimpa kepala Asmara. Dikarenakan kondisi korban kritis tim Satgas Karhutla segera membawa korban ke RSUD Abdul Majid Batoe Muara Bulian, namun karena peralatan medis yang terbatas maka korban dirujuk ke RS Siloam Jambi.

“Selamat Jalan Pak Asmara...kami semua menaruh hormat pada segala perjuangan dan dedikasimu," tulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di akun media sosialnya.

Pasukan pemadam KLHK Manggala Agni, bersama dengan anggota Satgas Karhutla lainnya, bekerja tanpa henti siang malam berupaya memadamkan titik api Karhutla. “Setiap hari saya selalu mengikuti laporan lapangan Manggala Agni dari seluruh Daops di Indonesia. Dedikasi mereka sungguh luar biasa, berjibaku mempertaruhkan nyawa melawan amukan api di lokasi-lokasi yang kadang sulit dijangkau dan sulit dipadamkan," tulis Menteri Siti Nurbaya, yang juga telah mengutus perwakilannya untuk datang ke rumah duka.

Asmara bin Rifai meninggalkan 1 istri dan 2 anak. Jenazahnya dimakan di desa kelahirannya di RT 05 Dusun Anggrek, Desa Bathin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Seluruh keluarga besar KLHK turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Asmara bin Rifai sang “Pahlawan Langit Biru”. Pada saat pemakaman seluruh kegiatan pemadaman di Indonesia akan dihentikan beberapa saat untuk mengheningkan cipta dan memberikan doa sebagai penghormatan terakhir kepada Almarhum.

“InsyaAllah husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, dihapuskan segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan serta kesabaran. Aamiin," tutup Menteri Siti Nurbaya di akun media sosialnya.

Menteri Siti juga telah mengutus perwakilan KLHK untuk ta'ziah ke rumah duka di Jambi dan seusai Sholat Jumat hari ini keluarga besar KLHK akan melaksanakan sholat gaib di Masjid Manggala Wanabakti untuk mendoakan Almarhum. (adv)

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini