nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyelundupan 1.118 Burung Asal Sumatera Digagalkan

Rasyid Ridho , Jurnalis · Minggu 10 November 2019 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 10 340 2128036 penyelundupan-1-118-burung-asal-sumatera-digagalkan-IKX8mzqziC.jpg Ribuan burung berusaha diselundupkan dari Sumatera (Foto : Sindo/Rasyid)

CILEGON - Balai Karantina Pertanian Klas II Cilegon menggagalkan upaya penyelundupan ribuan burung berbagai jenis asal Pulau Sumatera di Pelabuhan Merak, Banten.

Ribuan ekor burung asal Lampung yang hendak dibawa ke Bandung ini diangkut menggunakan bus penumpang berhasil digaglkan Tim Intelect gabungan petugas Karantina Cilegon pada Minggu dini hari (10/11/2019).

Hasilnya, petugas ditemukan 30 keranjang/box berisi 1118 ekor burung dibagasi bus terdiri dari jenis burung pleci, kapas tembak, ciblek, gelatik dan panca warna tanpa memiliki dokumen dari asal burung.

"Ada 1.118 ekor burung yang kami amankan dan tidak dilengkapi dokumen persyaratan karantina serta tidak dilaporkan kepada petugas karantina," kata petugas Medik Veteriner Karantina Hewan Karantina Cilegon drh. Adi Prasetyo,

Sementara sang supir sopir ataupun kernet bus pada saat pemeriksaan tidak bisa menunjukkan dokumen kesehatan dari daerah asal yang dipersyaratkan oleh karantina. Saat ini burung tersebut dilakukan penahanan dan dalam pengawasan petugas karantina.

"Saat ini sudah kami tahan, kemudian burung akan dilepasliarkan setelah memastikan tidak membawa penyakit," ujarnya.

Kepala Karantina Cilegon Raden Nurcahyo menambahkan, bahwa pihaknya aktif melakukan pengawasan dan penindakan terhadap lalu lintas burung liar.

Selama tahun 2019 ini Karantina Cilegon telah berhasil menggagalkan beberapa kali penyelundupan burung tanpa dilengkapi dokumen persyaratan karantina dan sudah berhasil memproses 3 kasus dipengadilan sampai tahap P21.

Baca Juga : Heboh Bunga Langka Tumbuh di Kawasan Pasar Minggu

"Dari data selama tahun 2018 Karantina Cilegon telah berhasil mengamankan burung sebanyak 8.523 ekor dan sampai bulan November di tahun 2019 ini sebanyak 3.783 ekor," kata Raden.

Dia menambahkan, burung juga merupakan media pembawa Avian Influenza sesuai Kepmentan No. 3238 tahun 2009 yang wajib dipastikan kesehatannya sejak dari daerah asal.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini