nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima Kunjungan Dirut Pertamina, Pemda Jabar Bahas Proyek Investasi

Jum'at 29 November 2019 17:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 29 525 2136080 terima-kunjungan-dirut-pertamina-pemda-jabar-bahas-proyek-investasi-Ey96VjdrkJ.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Okezone)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati beserta jajaran di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu 27 November 2019.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, PT Pertamia (Persero) bakal mengintegrasikan kilang dan membangun pabrik yang memproduksi sejumlah produk petrokimia turunannya di Kabupaten Indramayu.

"Pertamina dengan profesionalisme-nya berhasil mendapatkan investasi dari perusahaan Taiwan, dan Abu Dhabi untuk investasi di Indramayu. Investasi ini, selama 4-5 tahun kontruksi, akan mempekerjakan 30-35 ribu, warga lokal mayoritas, untuk bekerja di sana,” kata Emil.

Emil mengatakan, tugas Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dalam investasi tersebut adalah mengamankan tata ruang dan menunjuk lokasi. Karena lahan yang digunakan lebih dari 200 hektare, kata dia, pihak akan mendorong untuk jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Proyeknya ada kilang minyak, ada pabrik petrokimia beserta turunannya, yang ujung- ujungnya jadi benda-benda industri, seperti plastik dan benda-benda lainnya," ucapnya.

"Tugas Pemprov adalah mengamankan tata ruang, dan menunjukkan lokasi wilayah yang dimintai Pertamina. Dan kita akan dorong untuk upgrade menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) karena lahannya di atas 200 hektar," imbuhnya.

Emil menyebut proyek yang akan dimulai pada awal 2020 tersebut merupakan contoh sinergisitas Pemda Provinsi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah memberi arahan kepada kepala daerah untuk mempermudah dan mempercepat investasi.

Sedangkan, Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya memerlukan dukungan Pemda Provinsi Jabar dalam penentuan lokasi. Nantinya, kata dia, proyek senilai Rp 100triliun itu akan menyerap sekira 30-35 ribu tenaga kerja dalam dua tahap.

“Jadi kebutuhan tenaga kerja untuk tahap kontruksi dan tahap operasi. Kontruksi diawal tahun 2020 dan operasi tahun 2026,” katanya.

"Ucapan terima kasih kepada Pak Gubernur, minta dukungan proyek yang akan dilaksanakan," tambahnya. (adv) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini