nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Menyebar di China, Batik Air Tak Izinkan Kru Turun dari Pesawat

Aini Lestari, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 23:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 27 340 2159216 virus-korona-menyebar-di-china-batik-air-tak-izinkan-kru-turun-dari-pesawat-4M4IlM33Xh.jpg

BATAM - Virus Korona yang tengah menyebar luas di China membuat pihak maskapai Batik Air yang melayani rute ke negara tirai bambu tersebut meningkatkan kewaspadaan.

Kru pesawat dilengkapi dengan obat-obatan, vitamin dan masker serta tidak diizinkan untuk turun dari pesawat.

“Untuk kru kita bekali dengan obat-obatan, masker dan juga vitamin. Dan mereka yang melayani rute di sana tidak turun dari pesawat. Jadi sampai di sana, mereka menurunkan penumpang lalu persiapan untuk terbang kembali. Penerbangan kan 4 jam, dan sampai di sana mereka nunggu sekitar sejam setengah untuk persiapan,” kata General Manager Operasinonal Lion Air Grup Batam, M. Zaini Bire, Senin (27/1/2020).

Bire menjelaskan, Batik Air melayani rute Batam ke dua kota di China yakni Shenzhen dan Xian sejak adanya kontrak kerjasama awal Desember 2019 lalu. Kontrak kerjasama dengan sistem carter tersebut berlangsung selama satu tahun.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Agen Perjalanan China Hentikan Perjalanan Wisata ke Batam

“Penerbangan pertama berlangsung akhir Desember lalu dan mulai besok, penerbangan dari dua kota di China ke Batam kita hentikan,” kata Bire.

Penghentian penerbangan dari dua kota di China ke Batam tersebut diakui Bire tidak menimbulkan kerugian yang berarti bagi pihak maskapai. Pasalnya, dalam kontrak disebutkan bahwa pembayaran dilakukan setiap ada orderan penerbangan.

“Aku nggak tahu persis sih bentuk kerjasamanya seperti apa, karena itu kan langsung dengan pusat. Kalau dibilang rugi, nggak juga sih. Karena memang tiket akan dikeluarkan jika sudah ada pembayaran,” kata Bire lagi.

Bire menjelaskan, sejak dibukanya rute Batam-China, antusias penumpang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang selalu penuh di setiap penerbangan.

“Tingkat antusiasnya tinggi. Penerbangan selalu full dari sana. Pesawat kita Airbus 320 dengan kapasitas sekitar 213 seat,” ujar Bire.

Saat ini, lanjut Bire, pihaknya hanya akan melayani 3 kloter penerbangan dari Batam menuju China guna pemulangan turis. Penerbangan akan dimulai sejak Senin 20 Januari malam.

“Kita hanya lakukan penerbangan untuk mengantar mereka (turis China) pulang saja. Setelah itu, penerbangan akan dihentikan sementara waktu sampai travel warningnya dicabut. Untuk satu kloter penerbangan akan mengangkut sekitar 150-an penumpang,” tutur Bire.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini