JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Pembobolan itu bisa berjalan lancar lantaran pelaku menggunakan Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kanit 2 Subdit 4 Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono mengatakan, salah seorang pelaku Hendri Budi Kusumo menjadi pintu masuk untuk mendapatkan Slik OJK tersebut. Ia bekerja di salah satu bank yakni Bintara Pratama Sejahtera (BPR).
Dalam mengumpulkan Slik OJK tersebut Hendri dibantu oleh dua tersangka lain yakni Heni dan Rifan. Keduanya telah menjual data nasabah sejak Januari 2019 seharga Rp100.000.
"Oknum yang menjual Slik OJK per data, dia (Hendri) menjual seharga Rp100.000 dari awal tahun 2019 sampai Desember 2019," kata Hendro di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).
Selama penjualan data Slik OJK tersebut pelaku kata Hendro mampu menghasilkan uang sebanyak Rp500 juta.
"Per tanggal 6 Januari 2020, turun harga karena banyak permintaan dari pelaku menjadi Rp75.000 per data. Keuntungan dari Januari 2019 sampai Februari 2020, kami rekap sekitar Rp400 juta sampai Rp500 juta," ungkapnya.
