JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membahas masalah tumbuh kerdil atau stunting, pengentasan kemiskinan dan pengefektifan dana desa di tingkat jajaran kementerian dalam rapat pleno.
Mengenai masalah-masalah tersebut, Ma'ruf Amin meminta seluruh kementerian yang terlibat untuk mengevaluasi kembali hal-hal yang belum tepat pada sasarannya. Salah satunya agar pengaliran dana desa berjalan dengan optimal.
"Dari pertemuan itu, kita ada semacam satu kesepakatan, perlunya upaya untuk koordinasi antara lembaga sehingga sasarannya optimal," ucap Ma'ruf Amin saat ditemui di Gedung Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).
Jika aliran dana untuk desa sudah bisa dilakukan tepat pada sasaran dan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa, maka masalah stunting dan kemiskinan bisa ditekan.
"Sesuai arahan presiden, di mana membuat desa itu lebih baik ke depan, baik itu stunting, kemiskinan dan pemberdayaan," ungkapnya.
Baca Juga: Pimpin Rapat, Wapres Ma'ruf Amin Minta Menteri Berinovasi Atasi Kemiskinan dan Stunting
Oleh sebab itu, untuk mengalirkan dana desa sesuai dengan sasaran, kementerian yang terlibat seperti Kemenkeu, Kemenko PMK, Kemensos dan lain-lain mendata kembali aliran dan dan program di masing-masing desa.
"Misalnya kita ingin lihat kembali, karena yang dialirkan itu, programnya itu seperti yang dibutuhkan desa itu apa, kekurangannya apa, jangan sampai butuhnya ini, programnya yang lain. Jadi kita sesuaikan, kita adjusment untuk nanti yang akan datang," tutup Ma'ruf Amin.
Ma'ruf Amin menyebutkan kalau pemerintah menargetkan agar kemiskinan turun menjadi 5 hingga 6 persen pada 2024, sedangkan stunting turun menjadi 14 persen.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.