Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PDP Corona, Bayi 4 Bulan Diisolasi di RSUD Wates Kulonprogo

Kuntadi , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2020 |14:12 WIB
PDP Corona, Bayi 4 Bulan Diisolasi di RSUD Wates Kulonprogo
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

KULONPROGO - Seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan, menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Wates, Kulonprogo, DIY. Bayi ini, menjadi salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19). Sebelumnya, bayi ini baru saja bepergian dari luar kota pandemi corona.

“Satu PDP di RSUD Wates, adalah bayi laki-laki berusia empat bulan,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami, kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Menurutnya, bayi ini memiliki riwayat baru aja bepergian dari luar kota yang ditemukan kasus positif Covid-19. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi. Penanganan tetap dilakukan dengan standar yang telah ditentukan. Termasuk perawat menggunakan masker khusus bukan lagi masker bedah.

“Semoga kondisinya bisa semakin lebih baik,” paparnya.

Bayi ini masuk di RSUD Wates, sejak tiga hari lalu. Sementara kedua orangtuanya dalam kondisi sehat. Sang bayi ditempatkan di ruang isolasi RSUD Wates. Kedua orantuanya juga dibatasi untuk melakukan kontak langsung dengan anaknya.

“Hanya bayi yang diisolasi, orang tuanya dibatasi untuk melakukan kontak langsung,” ujar Sri.

Infografis COVID-19

Hingga saat ini, terdapat 166 orang yang masuk ke dalam orang dalam catatan. Sebagian dari mereka kondisinya sehat, dan setelah 14 hari juga tidak ada masalah. Sedangkan yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) ada 20 orang dan 2 pasien PDP.

Satu pasien PDP yang sempat dirujuk ke RS Dr Sardjito, Yogyakarta dan kondisi sudah membaik dan kini sudah pulih. “Semoga tidak ada kasus corona positif di Kulonprogo,” harapnya.

Untuk penanganan kesehatan, Dinas Kesehatan Kulonprogo telah menyiapkan RSUD Wates sebagai rumah sakit rujukan pasien corona. Selain itu, ada RSUD Nyi Ageng Serang dan delapan rumah sakit swasta yang siap menangani lini kesehatan dengan didukung 21 puskesmas.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengklaim, sejauh ini belum ada pasien dari Kulonprogo yang positif terjangkit virus corona. Untuk itulah, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Salah satunya dengan melakukan cuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga pola makan yang sehat.

“Kita tidak perlu panik, tetapi harus waspada. Hindari kerumunan dengan banyak orang,” pinta Sutedjo.

Pemkab Kulonprogo juga telah membentuk gugus tugas penanganan corona. Baik dengan melibatkan dinas kesehatan, rumah sakit, dinas pendidikan, dinas pariwisata dalam upaya pencegahan. Termasuk penanganan para siswa yang diminta untuk sekolah dari rumah secara online.

Sesuai instruksi gubernur, para siswa ini belajar di rumah mulai 21 hingga 31 Maret. Nantinya akan dilakukan evaluasi, apakah cara ini efektif atau tidak. Untuk itulah masyarakat harus mendukung kebijakan yang ada, dan mengawasi anak-anak tetap di rumah.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement