nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tepis Isu Pandemi Corona, Presiden Brasil: Maaf, Beberapa Orang Akan Mati

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 17:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 28 18 2190487 tepis-isu-pandemi-corona-presiden-brasil-maaf-beberapa-orang-akan-mati-wsSr2X0A3E.jpg Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. (Foto: Reuters)

BRASILIA - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menepis isu mengenai pandemi virus corona (COVID-19) yang sedang berlangsung dan menekankan bahwa bahwa hidup terus berjalan terlepas dari kondisi yang saat ini terjadi di negara itu. Dia menyiratkan bahwa korban meninggal dunia akibat penyakit itu di Brasil telah dilebih-lebihkan untuk tujuan politik.

Bolsonaro telah bersitegang dengan banyak gubernur di Brasil yang telah memberlakukan larangan perdagangan yang tidak esensial dan terus menuduh Bolsonaro memprioritaskan ekonomi atas kehidupan warganya. 

"Maaf, beberapa orang akan mati, mereka akan mati, itulah hidup," kata Bolsonaro dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Jumat (27/3/2020). "Kamu tidak bisa menghentikan pabrik mobil karena kematian lalu lintas."

Dia berkomentar bahwa di Negara Bagian Sao Paulo, dampak yang dilaporkan dari Covid-19, yaitu 1.223 kasus dan 68 kematian, tampaknya "terlalu besar."

"Kita perlu melihat apa yang terjadi di sana, ini bukan permainan angka untuk kepentingan politik," kata Bolsonaro sebagaimana dilansir Russia Today, Sabtu (28/3/2020).

Sebelumnya pada Jumat, Gubernur Sao Paulo Joao Doria menuduh Bolsonaro menyebarkan "disinformasi" dengan menjalankan iklan televisi yang kritis terhadap pembatasan dan penguncian (lockdown). Kampanye, yang menggunakan slogan #BrazilCannotStop, mirip dengan yang diadopsi di Milan sebelum Italia utara menderita korban jiwa yang melonjak akibat virus.

Menurut penghitungan yang dilaporkan oleh Johns Hopkins University, Brasil saat ini memiliki hampir 3.500 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, yang mengakibatkan 92 kematian.

Infeksi di seluruh dunia mendekati 600.000, dengan lebih dari 27.000 kematian. Amerika Serikat sekarang memiliki kasus infeksi terbanyak, mencapai lebih dari 104.000.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini