nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Minta Moda Transportasi Umum dari dan Menuju Lebak Dihentikan Sementara

Yaomi Suhayatmi, · Minggu 29 Maret 2020 13:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 29 340 2190721 bupati-minta-moda-transportasi-umum-dari-dan-menuju-lebak-dihentikan-sementara-0vmZbnh7sk.jpg Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya (Foto: Okezone.com)

LEBAK - Langkah Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten dalam mengantisipasi meluasnya penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19), ditunjukkan Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya. Bupati meminta penghentian sementara operasional moda transportasi umum (darat)di wilayahnya.

Adapun permintaan tersebut ditujukan kepada Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia. Dalam suratnya, bupati meminta penghentian selama 14 hari operasional layanan Kereta Commuterline di stasiun di wilayah Kabupaten Lebak yaitu Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Citeras dan Stasiun Maja dari Stasiun Tanah Abang.

Berdasarkan data PT KCI tahun 2019 volume penumpang atau pengguna layanan Commuterline di lintas relasi Rangkasbitung-Maja-Parung Panjang-Serpong/Tangerang-Tanah Abang terdiri dari 54.7774.242 penumpang.

Dari jumlah tersebut jika dirata-ratakan volume penumpang per hari mencapai 150.066 orang, dan 15.000 sampai 20.000 orang di antaranya merupakan warga KabupatenLebak.

Surat kedua ditujukan kepada Direktur PT Kereta Api Indonesia (Persero) agar melakukan penghentian sementara operasional layanan kereta relasi lokal Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak.

Surat ketiga, ditujukan kepada Dirut DAMRI yang berisikan permintaan penghentian sementara operasional layanan Bus Perum DAMRI trayek langsung maupun transit dari dan menuju Kabupaten Lebak

Kempat, surat ditujukan kepada pengurus Organda, dengan bunyi kurang lebih sama, yakni meminta agar agar operasional layanan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baik yang transit maupun langsung dari dan ke Kabupaten Lebak dihentikan sementara selama 14 hari.

Perkembangan kasus Covid-19 yang semakin agresif dengan tingkat penyebaran yang semakin meluas, sedangkan Kabupaten Lebak berada di wilayah yang berbatasan langsung dan terkoneksi dengan wilayah yang telah terdampak atau daerah zona merah Covid-19.

Sehingga menurut dia, perlu adanya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 semakin meluas yakni dengan cara membatasi mobilitas warga dari dan menuju wilayah Kabupaten Lebak. Sampai Sabtu, 28 Maret 2020 di Lebak tercatat 63 orang Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 11 orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Kabid Humas Kabupaten Lebak Eka Prasetiawan kepada Okezone mengatakan, surat permintaan Bupati Lebak yang ditujukan kepada para instansi pengelola moda transportasi darat tersebut sebagai rekomendasi kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak terkait.

“Dalam rangka upaya pencegahan dan memutus rantai Penyebaran Covid 19 semakin meluas, Kami memandang harus ada pembatasan mobilitas warga dari dan menuju wilayah Kabupaten Lebak dan mohon kiranya dapat menjadi pertimbangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional,” jelas Eka.

Pemerintah Kabupaten Lebak memandang perlu untuk memberikan pertimbangan, berkoordinasi serta mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada Pihak yang berwenang. “Koordinasi dilakukan agar pilihan kebijakan yang akan diambil oleh otoritas yang memiliki kewenangan berdasarkan usulan kami tersebut berdasar pada fakta-fakta aktual dengan tetap berada koridor inline atau sejalan dengan kebijakan Pemerintah (pusat),” jelasnya lagi.

Selanjutnya Eka berharap, surat ini segera ditindaklanjuti oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pusat (Nasional) demi keselamatan warga Kabupaten Lebak.

“Semoga ikhtiar yang kita lakukan semata-mata untuk kepentingan kesehatan dan melindungi keselamatan masyarakat, diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” sebutnya.

Selain ditujukan kepada pimpinan BUMN dan instansi pengelola jasa transportasi massal, surat tertanggal 27 Maret 2020 ini juga ditembuskan kepada Ketua Pengarah, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 baik Pusat, Daerah Provinsi Banten dan Tingkat Kabupaten Lebak, Menteri Perhubungan RI, Menteri BUMN, Para pimpinan Forkopimda, dan Ketua DPRD Lebak.

Sementara sambil menunggu tanggapan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat atas surat tersebut, Pemkab Lebak juga terus melakukan langkah preventif.

Menurut Eka, langkah-langkah tersebut di antaranya dengan melakukan koordinasi dengan pihak stasiun untuk mengawasi mobilitas para pengguna jasa angkutan kereta api di antaranya dengan mengecek suhu badan para calon penumpang. Selain itu, juga secara aktif melakukan penyemprotan disinfektan di stasiun, terminal dan pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini