Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Warga Positif Corona, Klaten Tetapkan KLB

krjogja.com , Jurnalis-Rabu, 01 April 2020 |21:46 WIB
Satu Warga Positif Corona, Klaten Tetapkan KLB
(Foto : krjogja.com)
A
A
A

KLATEN – Seorang pria berinisial T (48) asal Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Atas kondisi itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menetapkan Kabupaten Klaten berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Pasien kini masih dirawat di RSUD Bagas Waras Klaten. Pasien punya jam terbang tinggi mondar-mandir Jakarta-Yogyakarta, kemudian Klaten-Surabaya pulang pergi,” ujar Juru bicara Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanggulangan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo di Pendopo Pemkab Klaten, mengutip krjogja.com, Rabu (1/04/2020).

Ia menyampaikan, kondisi Covid-19 di Klaten per Rabu 1 April 2020, orang dalam pemantauan (ODP) 62 orang, komulatif 1.151 orang, selesai pemantauan ada 49 orang, dan ODP yang dirawat 5 orang.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada satu orang, komulatif 13 orang dengan rincian 11 orang menunggu hasil laboratorium, satu orang proses pengambilan sampel dan satu orang positif terkonfirmasi Covid-19.

Dari hasil tersebut, Tim Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Klaten menyampaikan kronologisnya yakni pada 6 Maret 2020 yang bersangkutan (T) pulang ke Klaten melalui rute Jakarta-Yogyakarta, kemudian pada 6-8 Maret 2020 berada di Klaten.

Pada 8 Maret 2020, pria itu bersangkutan berangkat ke Jakarta. Kemudian tanggal 8-10 Maret 2020 dari Jakarta ke Surabaya. Di Surabaya dua hari dan kembali ke Jakarta bersama dua orang temannya.

Kegiatan di Surabaya pada 10 Maret 2020 adalah pengukuran lahan perusahaan dengan pihak BPN. Tim yang bersangkutan berjumlah empat orang. Mereka bertemu dengan petugas BPN, pengacara, dan petugas keamanan. Total berjumlah 15 orang.

Kemudian tanggal 12 Maret 2020 dari Surabaya ke Jakarta. Tanggal 13 Maret 2020 dari Jakarta ke Klaten naik kereta api. Tanggal 14 Maret 2020 mengalami gejala diare dan tanggal 15 Maret 2020 berangkat ke Jakarta dengan kereta api.

Pada tanggal 16 Maret 2020 dari Jakarta pulang ke Klaten naik pesawat dan dari bandara pulang ke rumah naik ojek online. Kemudian tanggal 20 Maret 2020 periksa ke salah satu rumah sakit dengan keluhan diare. Pada saat periksa mengenakan masker. Kemudian pada malam harinya mengalami batuk. Dengan kesadaran yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri.

“Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB salah satu temannya yang ada di Surabaya menginfokan bahwa dirinya positif Covid-19 dan menyarankan agar T menjalani tes darah dan rontgen,” jelas Cahyono.

Kemudian pada 21 Maret 2020 yang bersangkutan periksa ke rumah sakit bersama keluarganya. Hasil pemeriksaan yang bersangkutan memiliki riwayat deman beberapa hari sebelumnya, tidak ada pilek, tidak ada sesak nafas.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen dicurigai adanya virus. Kemudian tanggal 23-24 Maret 2020 dilakukan pemeriksaan mendalam dan pada 31 Maret 2020 diketahui hasilnya terkonfirmasi Covid-19.

“Dari sana kita sudah mencoba beberapa hal, yang pertama adalah untuk kontak serumah kita inventarisir ada istri dan anak, sopir yang mengantar ke rumah sakit, petugas Puskesmas yang pernah kontak, tenaga medis yang memeriksa dan merawat di rumah sakit,” ujar Cahyono.

Dari analisis, kata Cahyono, pada tanggal 10 – 12 Maret 2020, yang bersangkutan dengan dua orang temannya, satu orang dalam keadaan sehat dan satu orang dalam keadaan sakit yaitu demam (seperti masuk angin). Temannya yang sakit demam itu dirawat di rumah sakit di Jakarta mulai tanggal 15 Maret 2020.

“Kemudian pada tanggal 20 Maret 2020 temannya tersebut dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19. Dimungkinkan yang bersangkutan (T) mulai tertular tanggal 10-12 Maret 2020 saat berada di Surabaya,” ucapnya.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Sejumlah PO Bus di Yogyakarta Berhenti Operasi

Dalam kesempatan itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, atas kondisi adanya satu pasien yang positif covid-19 maka Kabupaten Klaten dinyatakan KLB. Meski KLB, bupati mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada.

“Jangan takut, jangan panik, tetap selalu waspada. Mari tetap guyup dan rukun, saling mengingatkan dan membantu. Minta doanya semoga ini nanti segera berlalu,” ujarnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement