nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Skema PSBB Ala Pemkot Malang demi Tekan Penyebaran Corona

Avirista Midaada, Okezone · Senin 06 April 2020 16:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 06 519 2194998 begini-skema-psbb-ala-pemkot-malang-demi-tekan-penyebaran-corona-vinUX0xHCK.JPG Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

KOTA MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan skema bilamana aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesuai peraturan pemerintah (PP) akan diterapkan penuh.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, saat ini dia bersama dua kepala daerah lainnya yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu tengah mengajukan satu kesatuan daerah Malang raya, bilamana terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“PSBB sebagaimana amanat PP Nomor 21 tahun 2020, prosesnya harus diajukan ke gubernur dan gubernur akan diajukan ke pusat melalui Kementerian Dalam Negeri. Kami masih proses dari tenaga akademisi UB (Universitas Brawijaya) untuk menyiapkan instrumen, bukan hanya kota (Kota Malang) saja, tapi kabupaten Malang dan Kota Batu juga,” tutur Sutiaji Senin (6/4/2020).

Menurut dia, pemberlakuan PSBB ini dirasa perlu bagi Kota Malang sebagai pendeteksi dini adanya pendatang yang terjangkit virus corona. Selagi menunggu penjelasan teknis dari pemerintah pusat dan gubernur, pihaknya bersama tiga kepala daerah di Malang aya akan berkoordinasi memantau sejumlah pendatang dari luar Malang raya.

“Ini sangat penting bagi Kota Malang. Memantau mobilitas orang dari luar (Malang raya) yang akan kita pantau terus dan lebih disiplin lagi,” ucap pria berkacamata ini.

Di mana lanjut Sutiaji, bila ada pendatang dari luar Malang raya yang terindikasi mengalami gejala demam, maka akan dikarantina di rumah singgah yang telah disiapkan Pemkot Malang.

“Gubernur telah memerintahkan menyiapkan rumah transit itu kegunaannya untuk ODP (orang dalam pemantauan), manakala secara keyakinan kalau dilepas tidak bisa mengisolasi diri,” paparnya.

Ia juga menambahkan pembatasan ini diberlakukan agar tidak menambah angka pasien positif yang terjangkit Covid-19 di Kota Malang.

“Jangan sampai yang ODP ini menjadi PDP (pasien dalam pengawasan), jangan sampai menjadi positif juga,” tukasnya.

Pemkot Malang bersama jajaran lainnya sendiri telah menyiapkan setidaknya beberapa titik posko pemantauan bagi pendatang di antaranya posko pemantauan di Kelurahan Balearjosari yang berbatasan dengan Singosari, di Terminal Arjosari, Terminal Landungsari, Terminal Hamid Rusdi Gadang, dan Stasiun Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini