Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Produksi APD Berbahan Lokal Sertifikasi WHO

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Selasa, 14 April 2020 |18:42 WIB
Pemerintah Produksi APD Berbahan Lokal Sertifikasi WHO
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Foto : BNPB)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berupaya memproduksi alat pelindung diri (APD) menggunakan komponen lokal dan disertifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain APD, pemerintah memproduksi ventilator karya anak bangsa yang sebelumnya telah diuji coba di bawah pendampingan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Saat ini, tim ahli Gugus Tugas dibantu peneliti, periset dari lembaga dan perguruan tinggi dan dunia usaha sedang berupaya memproduksi APD,” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4).

Dengan produksi dalam negeri itu, Indonesia bisa mandiri dan tidak tergantung APD produksi negara lain dalam upaya melawan Covid-19.

Dalam kurun waktu satu bulan menangani Covid-19, Gugus Tugas telah mendistribusikan 725 ribu APD, 13 juta masker bedah, dan 150 ribu masker N-95.

Piranti keselamatan itu ditujukan kepada dokter, perawat, dan tenaga medis agar semakin maksimal dalam memberikan perlindungan dari bahaya Covid-19.

Alat pelindung diri. (Kemenkes)

Pemerintah membentuk Gugus Tugas ini untuk menangani COVID-19 berdasarkan Kepres Nomor 7 Tahun 2020 pada 13 Maret 2020.

Untuk menanggulangi Covid-19, Gugus Tugas melakukan kolaborasi pentahelik berbasis komunitas, yaitu pemerintah, peneliti, dunia usaha, masyarakatm serta media baik di pusat, hingga daerah yakni pemerintah provinsi hingga desa dan kelurahan.

Selain itu, Gugus Tugas akan meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi termasuk mitigasi ancaman Covid-19.

Baca Juga : Pemerintah Periksa 30 Ribu Sampel Covid-19

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo mengajak masyarakat memisahkan kelompok rentan dengan masyarakat sehat, tapi sudah terpapar positif Covid-19 atau orang tanpa gejala, tapi bisa menjadi penular bagi kelompok rentan.

Kelompok rentan yakni masyarakat lanjut usia dan penderita penyakit kronis, yaitu hipertensi, jantung, kanker, diabetes, asma, hepatitis, serta penyakit berat lainnya.

Baca Juga : Update Virus Corona 14 April 2020: 139.137 ODP dan 10.482 PDP

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement