Pandemi Virus Corona, Putin Tunda Perayaan 75 Tahun Kemenangan Soviet Atas Nazi

Agregasi VOA, · Jum'at 17 April 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 18 2200522 pandemi-virus-corona-putin-tunda-perayaan-75-tahun-kemenangan-soviet-atas-nazi-0GIibm9WZS.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto/Kantor Kepresidenan Rusia)

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan perintah penundaan perayaan 9 Mei, yang memperingati 75 tahun kemenangan Soviet dari Nazi Jerman dalam Perang Dunia ke-II, akibat adanya pandemi virus corona.

Hal ini disampaikan Putin dalam pertemuan keamanan pada, Kamis 16 April. Dia juga menyebut penundaan parade militer akbar di lapangan merah hingga waktu yang belum ditentukan.

Akibat peningkatan penyebaran virus corona, Rusia telah menerapkan karantina wilayah sebagian di seluruh negara hingga 30 April mendatang.

Menurut data resmi, sekitar 28.000 orang terinfeksi dan 232 orang meninggal dunia akibat virus corona di Rusia. Sejumlah kritik menyebut, angka penyebaran dan kematian bisa saja lebih tinggi dari itu.

Kecam AS

Pemerintah Rusia pada Rabu (15/4/2020) mengutuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena memotong dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Moskow mengatakan keputusan Trump tersebut egois dan melukai badan dunia yang dipandang banyak negara sebagai pemimpin dalam krisis pandemi virus corona (COVID-19).

Trump, yang telah menghadapi kritik atas tanggapan pemerintahannya terhadap epidemi virus corona di AS menuding WHO bertanggung jawab atas pandemi yang terjadi, menyebut badan dunia itu menutup-nutupi wabah Covid-19 saat terjadi di China pada akhir tahun lalu.

Pada Selasa (14/4/2020) Trump mengumumkan bahwa AS akan menghentikan pendanaan untuk WHO karena kegagalan badan PBB itu dalam merespons pandemi.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Rabu mengatakan bahwa langkah AS itu "sangat mengkhawatirkan".

"Ini adalah contoh dari pendekatan yang sangat egois oleh otoritas AS terhadap apa yang terjadi di dunia sehubungan dengan pandemi," kata Ryabkov sebagaimana dikutip kantor berita TASS.

"Pukulan terhadap organisasi ini (WHO) pada saat mata komunitas dunia dalam banyak hal melihat tepat ke arahnya adalah langkah yang layak dikutuk dan dicela," katanya.

AS adalah donor terbesar WHO, yang pada 2019 menyumbang lebih dari USD400 juta, sekira 15% dari anggaran organisasi itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini