Korban Tewas Penembakan Massal Kanada Bertambah Menjadi 23, Motif Pelaku Belum Diketahui

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 April 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 18 2203089 korban-tewas-penembakan-massal-kanada-bertambah-menjadi-23-motif-pelaku-belum-diketahui-6k6indxULW.jpg Foto: Reuters.

OTTAWA – Korban tewas dalam pembantaian yang terjadi pada akhir pekan di Nova Scotia, Kanada telah bertambah menjadi 23 orang dari 19 yang dilaporkan sebelumnya. Sampai saat ini Kepolisian Kanada (RCMP) belum dapat menentukan motif pelaku saat melakukan penembakan massal terburuk di negara itu sejak 1989.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Gabriel Wortman, seorang dokter gigi berusia 51 tahun, mulai mengamuk Sabtu malam (18/4/2020). Dia ditembak mati oleh polisi pada Minggu siang (19/4/2020) di sebuah stasiun pelayanan.

Penembakan brutal yang berlangsung selama sekira 13 jam itu telah mengguncang komunitas pedesaan di Nova Scotia. Penyelidik masih mencari tahu bagaimana pelaku bisa mendapatkan seragam polisi otentik yang dikenakannya dan mengendarai kendaraan mirip mobil polisi selama melakukan aksi berdarah tersebut. 

RCMP telah dikritik karena tidak memperingatkan publik tentang keberadaan penembak aktif melalui sistem peringatan darurat provinsi dan alih-alih mengandalkan akun Twitter-nya, yang hanya memiliki 91.000 pengikut saat itu, demikian diwartakan Reuters, Rabu (22/4/2020).

Menyusul kejadian itu, Perdana Menteri Justin Trudeau kembali menjanjikan pembatasan senjata ketat seperti yang dijanjikannya dalam pemilihan federal tahun lalu. Dia mengatakan undang-undang pembatasan senjata itu “hampir siap untuk disahkan” ketika krisis virus corona baru melanda.

"Tragedi di Nova Scotia hanya memperkuat dan menggarisbawahi betapa pentingnya bagi kita untuk terus bergerak maju dalam memperkuat kontrol senjata di negara ini," kata Trudeau. "Kami akan melakukannya pada waktu yang tepat."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini