Bansos Corona ke Sopir Angkot di Malang Belum Juga Turun, Ini Sebabnya

Avirista Midaada, Okezone · Senin 11 Mei 2020 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 519 2212423 bansos-corona-ke-sopir-angkot-di-malang-belum-juga-turun-ini-sebabnya-KWxFeeRUhf.jpg Audiensi Wali Kota Malang dan sopir angkot (Foto: Okezone/Avirista)

KOTA MALANG - Didatangi puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang menanyakan kejelasan bantuan sosial (Bansos) imbas pandemi corona, Walikota Malang Sutiaji menegaskan masih melakukan proses verifikasi data.

Hal ini ia sampaikan saat menerima puluhan sopir angkot yang melakukan audiensi di ruang sidang Balaikota Malang pada Senin siang (11/5/2020).

"Jaring pengaman imbas Covid-19 itu hanya sekedar membantu hidup, kenapa lambat karena menunggu dari pusat DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan baru fiks (verifikasi data) empat hari lalu," ujar Sutiaji.

Pihaknya tak ingin penerima bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi (Pemprov), dan pemerintah kota (Pemkot) tumpang tindih satu sama lain sehingga tidak ada pemerataan kepada masyarakat.

"Kita tidak ingin data yang ada di kami sudah dikasih, tapi dikasih (bantuan) dari pusat. Yang tidak boleh maladministrasi, kalau dapat dari pusat, tidak dapat dari provinsi dan kota, jadi satu saja," tutur pria kelahiran Lamongan ini.

Baca Juga: Tuntut Kejelasan Bansos, Puluhan Sopir Angkot di Malang Geruduk Balai Kota

Ia menjelaskan verifikasi yang dilakukan memang begitu rumit sehingga perlu kehati - hatian dan ketelitian lantaran berdasarkan masing - masing kartu keluarga (KK)

"Jadi datanya harus beda KK (Kartu Keluarga), kalau sama - sama sopirnya tapi dalam satu KK tidak bisa, harus memecah KK, apalagi sudah keluarga. Karena yang dicatat kepala keluarganya," beber Sutiaji kembali.

Meskipun ada keterlambatan pencairan, Sutiaji memastikan bantuan tersebut tetap akan dihitung sejak bulan April hingga Juni bila memang itu bantuan dari pemerintah pusat, sedangkan dari Pemkot Malang sudah dianggarkan dari bulan April hingga Juli.

"Hitungannya tetap mulai April bantuan dari pusat sampai Juni. Insya Allah nanti akan kita tambahkan sampai Juli. Kalau bisa masuk bisa dicairkan April dan Mei dulu pada Minggu ini," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini