Sementara di sisi lain, mereka memiliki kebutuhan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari untuk makan dan lain-lain.
“Menjadi dilema buat kami, karena di satu sisi kami mengarakan mereka untuk tidak berkeliaran karena khawatir akan penyebaran virus, tetapi di sisi lain mereka butuh mencari uang untuk mencari makan. Dengan pendekatan dan pendampingan dari Yayasan Kumala, kita terus mengarahkan mereka bila memang harus turun ke jalan, mereka harus melindungi diri (safety). Minimal memakai masker, dan setelah mengumpulkan sampah harus cuci tangan pakai sabun,” jelas Abah Dindin.
Yayasan Kumala di masah wabah COVID-19 ini mengarahkan alternatif kegiatan lain yang lebih produktif di Bank Sampah dan memberikan bantuan untuk makanan mereka setiap hari.
Menurut Abah Dindin, saat ini di lapangan Pemerintah sudah mencoba memberikan program bantuan langsung kepada masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya, di lapangan banyak masyarakat binaan kita yang tidak memiliki akses ke bantuan tersebut dikarenakan tidak semua pemulung dan anak jalanan memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP.
“Sebagai contoh warga yang tinggal di bawah kolong jembatan itu tidak pernah mendapatkan bantuan, sementara mereka adalah yang betul-betul membutuhkan,” jelas Abah Dindin.
Yayasan Kumala jadi salah satu komunitas yang mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain Yayasan Kumala, salah satu komunitas yang mendapat bantuan adalah Sahabat Ciliwung, di Depok Jawa Barat.

Bantuan yang diberikan berbentuk beras sebanyak 200 kg, sabun cuci tangan sebanyak 6.336 buah, suplemen vitamin sebanyak 10.080 buah, serta masker kain sebanyak 15.000 buah dan diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan pokok selama Ramadhan dan perlindungan diri dari pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal PPKL, M.R. Karliansyah menyatakan bersyukur dapat membantu masyarakat terdampak Covid. Bukan kali ini saja, beberapa waktu lalu juga Ditjen PPKL KLHK telah menyalurkan bantuan sabun, masker, menyemprotkan disinfektan ke sejumlah tempat di Jakarta dan Tangerang Selatan.
“Kegiatan ini sebagai solidaritas dan empati sesama manusia untuk membantu seluruh warga terdampak Covid-19. Diharapkan menjadi contoh baik sehingga yang lain dapat juga bergerak bersama untuk mengatasi dampak sosial ekonomi akibat Covid-19,” katnya.
Dirjen Karliansyah juga mengatakan, tujuan kegiatan saat ini adalah menitipkan bantuan kepada komunitas yang tepat sehingga bantuan diberikan juga tepat sasaran.
Pemberian paket bantuan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Sehingga, diberikan dengan diantar ke rumah masing-masing warga yang terdampak Covid-19. Warga terdampak yang menerima paket sembako sudah didata oleh komunitas.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.