Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Tenaga Medis Italia Usai Pandemi Mereda

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2020 |15:23 WIB
Curhat Tenaga Medis Italia Usai Pandemi Mereda
(Foto: Paolo Miranda/BBC Indonesia)
A
A
A

Bahkan hal-hal sederhana bisa menjadi luar biasa. "Setiap kali saya mencoba jalan-jalan, saya merasa cemas dan saya harus segera pulang," papar Martina.

Kini, ketika dia akhirnya punya waktu untuk merenung, dia merasa penuh dengan keraguan diri.

"Saya tidak yakin ingin menjadi perawat lagi," katanya.

"Saya telah melihat lebih banyak orang meninggal dalam dua bulan terakhir daripada dalam enam tahun keseluruhan."

Sekitar 70% dari petugas kesehatan yang berurusan dengan Covid-19 di daerah yang paling terdampak di Italia ini menderita kelelahan, menurut sebuah studi yang baru-baru ini.

"Ini sebenarnya adalah saat tersulit bagi dokter dan perawat," kata Serena Barello, peneliti studi tersebut.

Ketika kita menghadapi krisis, tubuh kita menghasilkan hormon yang membantu kita mengatasi stres.

"Tetapi ketika Anda akhirnya memiliki waktu untuk merenungkan apa yang terjadi, dan masyarakat bergerak maju, semuanya dapat runtuh dan Anda merasa lebih lelah dan tertekan secara emosional," kata Barello.

Dia khawatir akan banyak dokter dan perawat mengalami gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dalam waktu lama setelah pandemi.

Inilah saat dampak pengalaman traumatis memengaruhi kehidupan seseorang, kadang-kadang beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement